Jumat, 23 Juni 2017
Home / Pilkada / Ridho-Mustafa Duet Di Pilgub Lampung?

Ridho-Mustafa Duet Di Pilgub Lampung?

Senator. Co. Id,  Lampung- Eskalasi politik di Provinsi Lampung semakin menghangat akhir-akhir ini.  Terlebih, pemilihan gubernur untuk periode 2019-2024 yang akan dihelat medio 2018 semakin dekat. 

Sejumlah nama telah muncul,  Bupati Lampung Tengah Mustafa menjadi Bakal Calon Gubernur Lampung pertama yang telah mendeklarasikan diri dari Partai NasDem. 

Pada bagian lain,  M. Ridho Ficardo yang saat ini duduk sebagai Gubernur Lampung sudah menyatakan diri akan maju ke Pilgub Lampung 2018 guna meneruskan programnya hingga 2024 mendatang. 

Sementara itu,  walikota Bandarlampung Herman HN juga punya ambisi kuat untuk "menggusur" Ridho dari kursi gubernur.

Tak ketinggalan,  Ketua DPD I Golkar Lampung Arinal Djunaidi juga tengah "on fire" dengan mengrluarkan jurus gula-gula politik lewat wayang ala dalang entos seantero jagat Lampung. 

Yup,  Beberapa minggu terakhir, empat nama inilah yang punya kans merebut simpatik hampir 6 juta masyarakat Lampung. 

"Akan ada 3 sanpai 4 kutub besar di pilgub nanti.  Penentuan pasangan akan menjadi faktor penting siapa yang bakal menang, "ujar aditya,  pemerhati sosial politik di Lampung. 

Menurutkan,  perang bebuyutan warisan pilgub 2014 lalu antara Ridho dan Herman bisa jadi terulang. Hanya saja,  kondisi saat ini tidak menguntungkan sang Walikota Bandarlampung itu.  Ia melihat,  Herman HN bisa saja tersingkir dari arena sebelum pertarungan yang sesungguhnya dimulai.

"Kalau PDI Perjuangan tidak menjatuhkan rekomendasi ke Herman,  Tamat dia (Herman).  Yang perlu dijadikan catatan,  PDI P selalu bermain di last minute. Ini yang membuat posisi Herman sulit, "ucapnya. 

Terlebih,  lanjutnya,  Herman terlihat tak "berdaya" untuk melakukan lobi-lobi politik ke partai lain. Sedangkan sudah dari jauh-jauh hari,  Herman menyatakan tidak akan maju lewat jalur independen dengan berbagai macam alasan dibelakangnya. 

Thus,  jika Herman HN gagal maju,  kemana suara mata pilih Bandarlampung berlabuh? (akan dikupas pada sesi lain). 

Sementara itu,  meski belum ada rekomendasi, namun sebagai petahana dan Ketua DPD Partai Demokrat Lampung,  Ridho hampir bisa dipastikan Mendapat restu Ketua Umum DPP PD Soesilo Bambang Yudhoyono. Pun demikian,  PD mesti berkoalisi dengan partai lain agar bisa mengusung calon. 

"Ridho butuh dukungan partai lain,  dia juga butuh sosok pasangan yang sudah jelas memiliki dukungan massa yang siginifikan. Kalau salah pilih pasangan,  Ridho bisa tumbang,"ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung itu. 

Siapa pasangan ideal? "Kalau mau hitung-hitungan, Ridho akan membesarkan peluangnya untuk menang jika berpasangan dengan Mustafa. Tapi memang tak mudah untuk mereka berduet,  masing-masing harus menekan ego demi hasil yang memuaskan,"ungkapnya. 

Bagaimana dengan Mustafa? Menurutnya, diantara bakal calon lain yang muncul (diluar Ridho dan Herman HN), Mustafa mendapat dukungan masyarakat yang cukup besar. Ini dibuktikan dengan perolehan suara yang mencapai  392.896 pada Pilkada Lampung Tengah 2015 lalu. 

Hasil itu mentasbihkan Mustafa menjadi pendulang suara terbanyak di pilkada serentak se-Lampung. Ia melampaui perolehan suara Herman HN di Pilwakot Bandarlampung yang memperoleh 358.249 suara dari total suara Kota Bandarlampung.

"Dukungan suara untuk mustafa sangat besar di Lamteng.  Belum lagi wilayah lain yang menjadi kantong NasDem. Saya kira,  NasDem di seluruh kabupaten/kota di lampung akan All Out. Partai ini sedang naik daun di Lampung,"paparnya. 

Nah,  jika Ridho-Mustafa berduet,  masing-masing pihak akan mendapat keuntungan politik besar. "Dengan modal dukungan massa yang besar,  Mustafa bisa menjadi faktor pemenang. Kalau berhasil duduk, pasangan ini bakal langgeng sampai akhir masa jabatan karena Ridho sudah di periode keduanya, dan Mustafa bisa tenang menyusun strategi dengan tenang untuk maju menjadi calon gubernur di tahun 2024,"paparnya. 

Ini bakal berbeda jika Mustafa berpasangan dengan Herman HN . Walikota Bandarlampung 2 periode itu mempunyai Track Reccord kelabu. 

"Dua Kali jadi Walikota Bandarlampung ,  selalu pecah kongsi dengan wakilnya. Di periode pertama,  hanya dalam hitungan minggu,  Herman sudah gak akur dengan Thobroni Harun.  sekarang dengan Yusuf Kohar pun juga tidak jauh berbeda. Artinya,  Berpasangan dengan Herman adalah pilihan paling sulit atau mungkin terpaksa bagi tiap calon, "ulasnya. 

Pada bagian lain,  Arinal Djunaidi tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan porsi dukungan  "raksasa" yang lebih besar di belakangnya,  Arinal menjelma menjadi sosok yang tidak boleh diremehkan. 

"Sayang, taktik yang digunakan tim Arinal sudah usang.  Contoh,  Dia bisa mengundang massa datang lewat wayangan, tapi ingat masyarakat sudah lebih pintar sekarang,"ucapnya. 

Untuk itu,  dia menganggap "modal" besar yang dikatongi Arinal tidak akan berbuah manis jika tidak didukung pasangan yang memiliki basis massa yang kuat. 

"Apa program yang akan dibawa Arinal belum jelas,  itu yang jadi masalah dia. Kalau melihat dari sisi kejelasan progran,  Arinal kalah jauh dibandingkan dengan Ridho, Mustafa, maupun Herman. Modal besar,  namun tidak dibarengi dengan visi misi yang jelas. Tapi tetap saja,  dengan amunisi yang besar,  dia patut diwaspadai oleh calon lain, "bebernya. 

Ditambahkannya,  Nama lain yang punya kans mendongkrak suara adalah Mukhlis Basri. Bupati Lampung Barat 2 periode itu memiliki basis massa di wilayah pesisir.

"Sosoknya yang flamboyan, sederhana menjadikan Muklis bisa diterima masyarakat. Terlebih,  dia kader PDI Perjuangan yang mumpuni sekaligus salah satu kader kesayangan Megawati,"tutupnya. 

Sumber senator. Co. Id, di internal Ridho Ficardo membocorkan,  opsi duet Ridho-Mustafa memang terdengar nyaring. "Ada skenario itu.  Tapi kita tunggu saja nanti akhirnya bagaimana, "ucap sumber.(rif/jar)

Ridho-Mustafa Duet Di Pilgub Lampung?