Selasa, 21 Mei 2019
Home / Nusantara / Basarnas Sosialisasi Sistim Deteksi Dini di Lampung

Basarnas Sosialisasi Sistim Deteksi Dini di Lampung

Lamsel- Badan SAR Nasional (Basarnas) Lampung menggelar sosialisasi Sistim Deteksi Dini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, di Hotel Syariah Radin Inten II cafe ans resto,Jumat (3/5/ 2019).

Ya, acara sosialisasi ini bertujuan agar operator kapal untuk meregistrasi ulang Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) yang terpasang di setiap kapal.

Untuk diketahui, EPIRB merupakan suatu perangkat elektronik pemancar sinyal mara bahaya yang terpasang di setiap kapal, untuk diaktifkan pada saat situasi mengancam jiwa, agar petugas penyelamat segera menemukan lokasi dan memberikan pertolongan.

Kasubdit Dukungan Komunikasi dan Sistem Deteksi Dini Basarnas, M. Hernanto menjelaskan bahwa EPIRB sudah tersedia di setiap kapal besar di Indonesia. Namun banyak yang belum teregistrasi oleh Basarnas.

"Biasanya, EPIRB yang di kapal-kapal itu masih registrasi luar negeri. Jadi manakala ada musibah lalu memancarkan sinyal ke luar negeri, bukan ke kita," ujarnya.

Hernanto menjelaskan, registrasi EPIRB sangatlah mudah, gratis dan tidak bertele-tele.

"Yang penting jelas kita tahu nomor id EPIRB itu untuk didata, lalu dimasukkan ke registrasi kita,"katanya.

Sistem kerja EPIRB, lanjutnya, ketika terjadi suatu musibah pada kapal, maka alat tersebut akan memancarkan sinyal yang ditangkap satelit. Kemudian satelit akan memberikan sinyal kepada Basarnas pusat bahwa ada situasi darurat.

"Itu tidak lebih dari 30 detik sudah terhubung ke Basarnas. Kalau EPIRB yang otomatis, apabila terkena hentakan langsung mengirimkan sinyal," terangnya.

Melalui sosialisasi ini, tidak hanya kapal besar saja yang menggunakan EPIRB, tetapi juga kapal nelayan bisa menggunakan PLB (Personal Locator Beacon) atau pemancar sinyal mara bahaya untuk perorangan.

"Dari sini kita sudah investasi untuk keselamatan, supaya jika terjadi musibah dan EPIRB itu menyala, kita bisa cepat melakukan pertolongan," kata Hernanto.

Sementara itu, Kepala Basarnas Lampung, Jumaril mengungkapkan bahwa pada tahun ini Basarnas Lampung dinobatkan sebagai penyelenggara sosialisasi Sistem Deteksi Dini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

"Ini tentunya sangat bermanfaat untuk operator pelayaran, karena dari pengamatan kami mereka bukan tidak mau meregistrasi, tetapi mungkin informasi ke mereka bila mengoperasikan kapal dan sudah memiliki EPIRB itu harus diregistrasi ulang kembali," paparnya.

Jumaril mencontohkan, jika membeli kapal bekas dari luar negeri kemudian masuk ke Indonesia dan berganti menjadi bendera Indonesia, pasti sudah memiliki EPIRB, karena syarat kapal untuk berlayar itu memiliki EPIRB. (ibm/dit) Basarnas Sosialisasi Sistim Deteksi Dini di Lampung


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial