Kamis, 20 Juni 2019
Home / Nusantara / Indonesia Pencemar Sampah Plastik Terbesar di Dunia

Indonesia Pencemar Sampah Plastik Terbesar di Dunia

JAKARTA -Indonesia yang saat ini memiliki pesisir pantai terpanjang se-Asia  dan kekayaan laut yang berlimpah, dikhawatirkan hanya tinggal kenangan. Pasalnya, negeri yang dikenal sebagai alam bahari ini disebutkan sedang dalam keadaan darurat sampah plastik.

Peneliti kimia laut dan Ekotoksikologi Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Reza Cordova menegaskan darurat sampah plastik ini harus segera ditindaklanjuti pemerintah.

Dia menambahkan jika darurat sampah ini tidak digubris, maka akan ada dampak yang berkelanjutan yang akhirnya bisa merugikan masyarakat.

"Jika kita diamkan darurat sampah plastik ini, maka seluruh kehidupan masyarakat akan terancam bahaya. Apalagi kita dianggap sebagai pencemar plastik kedua terbesar di dunia setelah China. Ya 10 besar itu sebagian besar negara Asia Tenggara,” ucap Reza Cordova saat ditemui di di Laboratorium P2O LIPI, Jakarta, Rabu (11/12).

Reza mengajak untuk mencegah dengan meminta semua masyarakat untuk bersama-sama mengubah pola pikir dan kebiasaannya dalam menangani sampah plastik. Menurut dia, pencegahan yang paling efektif dengan menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam mengelola sampah.

“Itu kan selama ini hanya slogan, nggak benar-benar dilaksanakan. Bahkan kita belum 100 persen melakukan. Jika 3R dilaksanakan, kemudian meminimalisir sampah plastik sekali pakai. Saya percaya kok, Australia aja dalam 3 bulan, 80 persen bisa mengurangi sampah plastik, masa kita nggak bisa?,” ujarnya lagi.

Dampak yang berkelanjutan dari sampah plastik ini, disebutkan Reza, bisa mengkontaminasi semua makanan manusia yang berasal dari laut.

“Yang jelas kita lakukan adalah perubahan pola pikir masyarakat ini loh. Kalau sampah plastik ini dibiarkan begitu saja, nanti sampah plastik ini akan berakhir di perut penyu atau perut paus atau bahkan berakhir di meja makan kita,” kata Reza Cordova.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, jenis sampah ditemukan dari seluruh area monitoring pantai adalah kategori plastik dan karet, logam, kaca, kayu (olahan), kain, lainnya, serta bahan berbahaya. Sampah dominan berasal dari plastik (36-38%) di seluruh area kajian.  Berdasarkan perhitungan kasar dengan asumsi sederhana diperkirakan 100.000 – 400.000 ton plastik pertahun yang dikonsumsi masyarakat Indonesia masuk ke laut Indonesia. 

"Mikroplastik ditemukan pada seluruh lokasi kajian baik pada permukaan air, sedimen maupun pada tubuh ikan. Mikroplastik terbanyak ditemukan di permukaan air Sulawesi Selatan dan Teluk Jakarta (7.5-10 partikel per m3). Pada sedimen ditemukan >100 partikel per kg di Aceh, Sulawesi Selatan dan Biak.  Mikroplastik ditemukan antara 58-89% pada Ikan teri (Stolephorus sp) 0.25-1.5 partikel per gram.  Walaupun relatif rendah, hal ini perlu diwaspadai mengingat dampak lain dari mikroplastik yang belum banyak diketahui," tandasnya.(yan)




Indonesia Pencemar Sampah Plastik Terbesar di Dunia


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial