Rabu, 20 September 2017
Home / Nusantara / LSM Bongkar Berang Pada Proyek Siluman Jembatan Air Wal

LSM Bongkar Berang Pada Proyek Siluman Jembatan Air Wal

BATURAJA – Diduga Proyek PU BM prov. Sumsel berupa Pembangunan Jembatan Beton Sungai Wal di Desa Durian Kecamatan Peninjauan Kab.OKU (Sumsel) yang sudahh mulai dikerjakan sejak awal bulan Agustus 2017 diduga sarat dengan masalah, karena tidak transparan dan tidak akuntabel yang berpotensi melanggar aturan perundangan RI.

Dari pantauan dan investigasi dilapangan  berikut petikan surat pengaduan LSM "Bongkar" kepada wartawan senator Baturaja:

“Saya: Syaiful Amin, SH/Ketua LSM Lembaga Pemantau Pengadaan Barang/Jasa OKU (LPPBJ *BONGKAR*OKU) dan Jasa Hardi/Divisi Investigasi LPPBJ "BONGKAR" dilokasi pembangunan jembatan Sungai Wal tersebut (Sabtu dan Minggu) didapati DUGAAN pelanggaran Perpres 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Perpres 70/2012...adapun indikasi pelanggaran aturan tsb, al: tidak adanya papan informasi proyek dilokasi pekerjaan (hal ini menunjukkan bahwa pemborong cenderung menutup-nutupi informasi kpd masyarakat), padahal dalam mengelola uang negara unsur transparansi merupakan suatu keharusan sebagai bentuk pertanggung jawaban (akuntabilitas) terhadap uang negara kami sebagai kontrol sosial Masyarakat berhak mendapatkan akses informasi tentang suatu kegiatan pembangunan yg menggunakan anggaran negara (APBN/APBD), sebagaimana dijamin oleh UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), selain itu juga masyarakat berhak berperan serta dalam pengawasan dengan cara melaporkan DUGAAN terjadinya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam pembangunan infrastruktur yg menggunakan uang negara (sebagaimana diatur dalam Pasal 41 UU No 31/1999 tentang Tastipikor juncto PP No 71/2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) kami menduga bahwa ini merupakan bentuk penyimpangan lainnya adalah pekerjaan fisik dilapangan sudah mulai merangkai besi beton, pembuatan mal/bekisting dan pembuatan/pengecoran tiang pancang beton/paku bumi sebanyak sekitar 30 bh (diperkirakan bobot fisik sudah mencapai +- 5% dari kontrak) namun pembebasan tanah/lahan belum dilakukan oleh pihak pemborong kepada pemilik tanah/lahan yg terkena proyek,”  tandas Syaiful.

 

Yang juga, masih kata Syaiful, menyebutkan bahwa pengawas dari pihak PU BM prov Sumsel belum pernah kelihatan di lokasi, pemborong bekerja tanpa pengawasan dari PU BM sumsel dan gudang proyek (Direksi Keet) yang dianggarkan dalam Kontrak, kenyataan dilapangan hanya menumpang di pondok kebun pemilik lahan masyarakat desa durian.

“Kami menyimpulkan bahwa kurangnya pengawasan dari PU BM prov Sumsel berpotensi pelanggaran hukum oleh Pemborong dalam pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Wal di Desa Durian Kec. Peninjauan OKU,”  pungkas Syaiful Amin, SH ketua lsm bongkar.(amrul/ard )

LSM  Bongkar Berang Pada Proyek Siluman Jembatan Air Wal