Sabtu, 26 Mei 2018
Home / Kosmo Politan / BPOM Amankan 35 Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

BPOM Amankan 35 Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

BANDARLAMPUNG — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung tahun ini, didapatkan Sebanyak 35 produk diamankan lantaran diduga mengandung bahan berbahaya, dalam pelaksanaan pengawasan pangan di 3 Kabupaten/kota yaitu Bandarlampung, Pringsewu dan Lampung Selatan, terhadap 7 pasar.

Kepala BPOM Lampung, Syamsuliani menerangkan, 35 produk berbahaya tersebut merupakan hasil pengawasan secara intensif selama dua pekan di lima pasar tradisional yakni Pasar Way Kandis, Natar, Pringsewu dan Panjang.

“BPOM telah mengamankan 35 produk berbahaya dari lima pasar. Kami mengklaim bahwa itu produk berbahaya, dan telah dibuktikan dengan uji lab” ujar dia saat konper dikantor BPOM Lampung, jalan Dr. Susilo, Bandarlampung, Senin (12/2).

Untuk temuan produk berbahaya di Pasar Tugu, Way Kandis dan Panjang, dari 65 sampel terdapat 6 produk mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin B dan Boraks 11.

Produk yang mengandung bahan berbahaya seperti makanan cenil, cendol, sagu mutiara, kelanting dan bleng.

Di wilayah Kabupaten Pringsewu, BPOM menemukan 26 produk mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan rodhamin.

Kabuaten Lampung Selatan BPOM menemukan 5 produk yang telah di uji lab mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan rodhamin yaitu jenis makanan kelanting, krupuk singkong, kerupuk eyek-eyek, kerupuk bibur merah, dan pacar cina, serta dua sampel mengandung bleng.

BPOM Lampung menghimbau kepada  masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya saat berbelanja ke pasar terutama jika membeli bahan makanan. Untuk membedakan produk yang mengandung rodhamin cukup mudah, yakni dengan cara melihat tekstur warna.

Misalkan prodak berwarna terlalu terang, maka kemungkinan mengandung rodhamin.

Untu boraks, cara membedakannya pun cukup mudah,  produk yang mengandung boraks lebih padat ketimbang tanpa mengandung boraks.

Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat “CEK KLIK”. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada labelnya.

Pastikan memiliki izin edar dan pastikan tidak melebihi masa kadaluarsa, karena pengawasan obat dan makanan adalah tanggung jawab kita bersama.

Masyarakat juga bisa mengecek legalitas produk melalui website Bandan POM atau Aplikasi android “CekBPOM”.

Wargadiharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran obat dan makanan ilegal termasuk palsu. (*/feb)

BPOM Amankan 35 Makanan Mengandung Bahan Berbahaya


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial