Minggu, 15 September 2019
Home / Demokrasi / MATANYA KE JOKOWI HATINYA KE PRABOWO

MATANYA KE JOKOWI HATINYA KE PRABOWO


KEPUTUSAN
Partai Demokrat yang masih mengambang menunjukkan kembimbangan. Di satu sisi SBY ingin mendukung Jokowi-JK karena punya elektabilitas lebih tinggi, tapi kenyataannya menuntut dia mendukung Prabowo-Hatta karena ada hubungan besan.
"SBY terlihat bimbang. Hatinya mengarah ke Prabowo-Hatta, tapi matanya melirik-lirik ke Jokowi-JK," kata pakar politik dari Universitas Padjadjaran Dede Mulkan, tadi malam (20/5).
Dede mengaku tidak heran dengan keputusan final SBY yang menyatakan Demokrat akan melihat visi-misi masing-masing kubu dulu. Menurutnya, hal itu dilakukan bukan karena mencari presiden yang bisa melanjutkan programnya selama ini semata. Tapi untuk mencari jalan terbaik menghilangkan kebimbangan tadi.
"Alasan ingin melihat program dari Jokowi dan Prabowo sangat politik. Yang sebenarnya bimbang, karena mata dan hati berbeda jalan," jelasnya.
Namun, Dede yakin, di injury time nanti, SBY akan membuat keputusan final. Entah mendukung Prabowo-Hatta atau mendukung Jokowi-JK, sangat tergantung dalam perkembangkan dan pendekatan dalam masa kampanye nanti.
Sementara, keberadaan Mahfud MD, Rhoma Irama dan Ahmad Dhani, dalam barisan pemenangan Prabowo-Hatta tidak akan banyak membantu. Pakar komunikasi politik Universitas Diponegoro Dr Ari Junaedi menilai kalapun ada efeknya, hanya sedikit.
"Pendukung Mahfud memang tinggi, penggemar Rhoma sangat banyak, demikian juga dengan Ahmad Dhani. Tapi, masyarakat yang sudah punya preferensi awal tidak akan terpengaruh dengan dukungan mereka ke Prabowo-Hatta," jelas Ari.
Kenyataan ini, lanjutnya, terlihat jelas pada Pilgub DKI 2012. Selama masa kampanye, Rhoma terus bergerilya mempromosikan Fauzi Bowo ke warga ibu kota namun di pencoblosan masyarakat tetap memilih Jokowi.
Kata Ari, di mata masyarakat langkah Mahfud dan Rhoma juga miliki nilai minus. Mahfud dan Rhoma dianggap sebagai orang sakit hati. Mereka mendukung Prabowo-Hatta karena kecewa dengan keputusan PKB.
"Di masyarakat, orang-orang sakit hati itu dianggap kurang baik. Orang-orang sakit hati tidak akan bisa menjadi endorsment dan menaikan elektabilitas calon tertentu, jelasnya.
Ari menganggap, bergabungnya Mahfud, Rhoma, dan Dhani ke kubu Prabowo-Hatta hanya akan menjadi pernik-pernik. Hal ini tidak akan berpengaruh banyak, apalagi kalau kubu Jokowi-JK melakukan manuver untuk menetralkan langkah tersebut.
"Untuk menarik warga NU, Jokowi juga kan sudah mengangkat Khofifah Indar Parawansa. Jadi, kehadiran Mahfud di Prabowo-Hatta nggak akan terlalu berpengaruh," tandasnya. (rmol/ful)
 MATANYA KE JOKOWI HATINYA KE PRABOWO


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial