Jumat, 20 September 2019
Home / Demokrasi / Harus Legawa, Hargai Putusan MK

Harus Legawa, Hargai Putusan MK


BANDARLAMPUNG
- Pengamat politik dari Universitas Lampung Maruli Hendra Utama berpendapat hasil quick count (QC), real count (RC) termasuk hasil keputusan pleno KPU Lampung yang telah disampaikan dihadapan publik, harus diakuai sebagai bagian dari proses demokrasi pada pemilihan gubernur Lampung 9 April lalu.
”’Jika muara dari polemik yang mendera ini harus diakhiri keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), ini pun harus kita hargai dengan legawa. Perbedaan dalam koridor berdemokrasi itu biasa,” paparnya, kepada Senator Lampung, kemarin.  
 Mantan aktivis ini pun memprediksi, hasil keputusan MK pada Rabu (14/5) akan tetap memenangkan pasangan nomor urut dua M. Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri.
’’Jika ada perubahan itu pun tidak signifikan. Keputusan MK cendrung memenangkan pasangan terpilih,” tandasnya.  
Dalam posisi ini, lanjut Maruli, partai pengusung boleh bangga, karena kandidat jagoannya layak jual. Meski pun ada hal-hal kontroversi yang menjadi bahan gugatan ke MK.’’Sejak awal saya memprediksi, pilgub ini satu putaran, dan akhirnya pun terbukti,” urainya.
Sebagai pemenang pasangan Ridho-Bhaktiar harus didukung, karena bagaimana pun ada kekuatan rakyat yang begitu menonjol dari hasil pesta demokrasi 9 April lalu. ’’Ini harus didorong agar tercipta kekuatan ekonomoi politik baru di Lampung,” paparnya.
Disinggung adanya pihak ketiga yang dituding berperan aktif sehingga popularitas dan elektabilitas Ridho-Bakhtiar meroket, menurut dosen ilmu politik ini, itu sebuah kewajaran.
’’Dukungan pihak ketiga diperkenankan, dan sah-sah saja. Memang Ridho didukung SGC, tapi harapan masyarakat dan sentiment kekuatan itu tak bisa dibendung. Ridho menjadi kekuatan baru. Baik pada peta politik maupun ekomomi. Maka petani, nelayan, buruh, dan kaum miskin harus mendapatkan manfaat dari kekuatan yang sedang ditata,” bebernya.
Terpisah, Penggiat Institute on Corruption Studies (ICS) Lampung Mico Periando sepakat dengan pemaparan Maruli.’’Kuncinya ya harus legawa. Bersinergi, dan itu hal lumrah,” kata dia.
Ia menilai pasangan Ridho-Bakhtiar seperti Jokowi yang namanya meroket. Bisa dibawayangkan harak rentang waktu antara pelaksanaan pilgub dengan proses pencitraan Ridho-Bakhtiar, secara teoritis tak memungkinkan pasangan itu untuk melejit dan mengungguli kandidat lainnya.
’’Ya, moncernya pasangan Ridho-Bakhtiar ke permukaan seakan menajdi lonceng membuminya rezim populis dalam kancah perpolitikan di Lampung,” kata dia.
Ridho dengan penampilan anak muda yang sederhana, tidak protokoler, fleksibel dalam memandang dan menyelesaikan masalah, menggunakan bahasa yang mudah dipahami rakyat kecil,dan selalu menyelami masalah rakyat secara langsung dengan cara-caranya.
’’Rakyat yang bosan karena selalu disuguhi pemimpin yang elitis, protokoler, cenderung korup, dan selalu bekerja di belakang meja, menemukan hal berbeda terhadap Ridho yang dinilai kalangan masih mentah. Tapi justru sebaliknya karakter ini yang mendukungnya menarik simpati,” kata dia.
Nah, disisa waktu yang ada. ICS berharap, pasca di tetapkannya putusan MK, semua berjalan baik. ’’Situasi tetap kondusif dan rivalitas itu tidak ada lagi. Saling bergandengan dan meneguhkan diri, untuk bersama membangun Lampung,” paparnya. (coy/ful) Harus Legawa, Hargai Putusan MK


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial