Minggu, 15 September 2019
Home / Demokrasi / Sebelum Pleno KPU, Kediamannya Rajin Didatangi Tamu

Sebelum Pleno KPU, Kediamannya Rajin Didatangi Tamu


NAMA
Hendra Fadilah makin moncer, dengan munculnya kasus dugaan pemberian upeti dari sejumlah calon anggota legislatif, yang disinyalir melalui mantan sopir pribadinya Heri Agustiawan yang sudah diberhentikan. Ketua KPU Lampung Tengah itu pun, tak terlihat hingga pleno KPU Lampung dilangsungkan. Sejumlah pihak memburunya. Benarkan dia menghilang?   

Laporan RAEZA, TERBANGGI BESAR


Mentari pagi bersinar cerah pagi ini. Seirama dengan senandung burung kecil yang hinggap di dahan pohon yang rindang. Masih terasa kental hawa aspal, yang semalam disiram hujan.     
Cerita-cerita pilu dalam balutan berita di koran, tentang demokrasi yang makin amburadul pun, menjadi topik hangat. Tak luput pula tentang fenomena Hendra Fadilah, ketua KPU Lampung Tengah yang dikabarkan menghilang setelah mencuatnya kasus dugaan ”suap” sejumlah calon anggota legislatif ke kantong pribadinya, melalui rekening mantan sopirnya.     
Tertarik dengan pemberitaan yang ada, jejak kaki pun bergegas, menuju kediaman Hendra Fadilah yang berada di lingkungan III RT/RW 03 No.25 Kelurahan Bandarjaya Barat Kecamatan Terbanggibesar.
Saat melintasi dikompeks perumahan elit yang ditempati Hendra Fadilah, situasi sangat sepi. Hanya terlihat satu mobil pick up bermuatan semen. Setibanya di rumah nomer 25, berwarna puti dengan cat pagar berwarna hijau, nampak terlihat jelas pagar pintu gebang digembok, dan pintu rumahnya tertutup, hanya nampak dua pasang sandal yang tersisa di depan pintu rumah Hendra Fadila.
Ketika hendak melanjutkan perjalanan, terlihat dua orang pria paruh baya sedang asik bermain catur di bawah rindangnya pohon cery di dekat kediaman Hendra Fadilah. Saat di tanya terkait keberadaan Hendra, salah satu dari duaorang pria paruh baya yang diketahui ketua RT setempat, mengaku bahwa baru saja Hendra Fadila berada dirumah. Tak berselang lama, Hendra pergi meninggalkan kediamanya menuju arah depan (Jalan Lintas Tengah, red).
Ketua RT yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan bahwa, selama ini Hendra Fadila terkenal jarang berbaur dengan lingkungan sekitar, selama kurun waktu kurang lebih empat tahun tinggal di perumahan elit. Selain itu ada sebanyak tiga unit mobil kendaraan yang dimiliki ketua KPU Lamteng.
’’Setahu saya ada tiga mobil dia, satu berwarna hitam mereknya saya kurang faham, dan dua sisanya berwarna putih bermerek Toyota Fortuner dan Pajero. Wah saya tidak hafal nomor polisnya mas," terang pria yang pada saat itu mengenakan kaos berwarna putih.
Ditambahkan, semenjak usai pleno, kediaman Hendra terlihat sepi, namun pada waktu sebelum pleno, begitu terasa lalu lalang kendaraan dan tamu menuju kediaman Hendar yang begitu intens.
Ya, kediaman mewah Hendra memang strategis dan mudah untuk dijangkau. Terlebih di perumahan elit itu juga terdapat tiga orang jaksa yang tinggal dalam satu perumahan yang hanya beradu pojok dengan kediamanan Hendra Fadila. ’’Disini ada tiga orang jaksa yang tinggal di perumahan ini. Jaraknya pun tidak terlalu jauh dengan kediaman Hendra," ungkapnya.
Ditambahkan, mantan sopir yang melaporkan Hendra, yakni Heri Agustiawan justru sering berbaur dengan warga sekitar. ’’Iya dia (Heri Agustiawan, red) sering bergaul dengan tamu yang datang. Dengan tetangga sebelah pun tidak sungkan untuk menyapa,’’ tandasnya.
Sementara itu pasca merebaknya pemberitaan dugaan suap yang melibatkan Hendra Fadilah, kantor penyelenggara pemilu itu tampak lengang. Ketua KPU Lampung Tengah Hendra Fadilah sangat susah dihubungi dan ditemui.
Pantauan di lokasi, Sabtu (26/4) pukul 09.00-14.00 WIB, tak satu pun komisioner dan sekretaiat KPU masuk kantor. Hanya beberapa staf, satuan polisi, dan Polisi Pamong Praja yang berjaga-jaga.
’’Tidak ada yang masuk, mas. Semua masih di (KPU) Provinsi. Masih mengikuti penghitungan rapat pleno legislatif,” kata salah seorang Pol PP yang tak ingin disebutkan namanya.
Di tempat terpisah, Ketua Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Lampung Tengah Siti Khodijah menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait berita penyuapan itu.
’’Kami masih menunggu laporan resmi yang masuk ke Panwaslu. Saat ini kami hanya mendapatkan informasi dari pemberitaan yang ada di media massa,” terang Siti Khodijah di kantornya.
Ia menambahkan, Panwaslu dan Sentra Gakumdu (penegakan hukum terpadu) akan melakukan penyelidikan jika ada pihak yang memasukkan laporan, baik korban atau siapa pun yang merasa dirugikan.
’’Kalau kabar itu benar, pasti akan ada sanksi yang diberikan. Kita tahu, sebagai penyelenggara pemilihan, KPU dilarang menerima apa pun dari caleg,” imbuhnya.
Beberapa hari lalu wartwan koran ini mendapatkan informasi disertai bukti-bukti bahwa Hendra Fadillah terlibat suap. Laporan tersebut disampaikan seorang sopir bernama Heri Agustiawan melalui LSM JKP Lampung Tengah dalam bentuk surat pernyataan dan bukti otentik berupa rekening bank atas nama dirinya yang dijadikan lalu lintas transaksi penyuapan. Heri melaporkan kasus tersebut karena rekeningnya dipakai untuk melakukan transaksi yang mencurigakan terkait Pemilu.
Menurut Koordinator JPK Lampung, Ferry Hendijaya, pelapor Heri Agustiawan selain memiliki bukti transaksi keuangan dengan total Rp200 juta juga siap memberikan kesaksian atas pengambilan uang yang dikemas dalam koper dan kardus untuk diserahkan kepada KPU Lampung Tengah.
’’Kami  mendapatkan temuan yang kami duga sebagai kasus suap dalam pemilu legislatif yang melibatkan caleg dengan penyelenggara Pemilu (KPU Lampung Tengah,” kata Ferry.
Pihaknya mengharapkan kepolisian dan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilu 2014 di Lampung segera menindaklanjuti hasil temuan pelanggaran pemilu tersebut dan JKN juga segera menyurati PPATK untuk segera melakukan pemeriksaan keuangan terhadap rekening Hendra Fadilah dan rekening Heri Agustiawan.
Pengakuan Heri disampaikan dalam surat laporan tertulis di atas materai Rp6 ribu. Heri akan melaporkan Hendra karena telah menggunakan namanya untuk membuka rekening Bank Mandiri KCP Bandarjaya, Lampung Tengah. Pengakuan Heri tersebut tidak segera dipublikasikan Teraslampung.com karena masih menunggu konfirmasi dari Hendra Fadilah. (ful)
Sebelum Pleno KPU, Kediamannya Rajin Didatangi Tamu


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial