Jumat, 20 September 2019
Home / Demokrasi / Hujan Interupsi, Pleno Panas

Hujan Interupsi, Pleno Panas

BANDARLAMPUNG - Suasana tegang terlihat dalam rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Lampung yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota. Hawa panas pun makin kentara dengan penjagaan yang cukup ketat dari aparat kepolisian.
Tidak itu saja, aksi walk out (WO) dari masyoritas saksi semakin menambah dalam catatan pelaksanaan pilgub yang sejak awal dipaksakan. Contoh kongkrit ini dapat terlihat  saat pleno KPU di Bandarlampung, kemarin (15/4).
Dua saksi dari tim pemenangan Alzier Dianis Tabranie-Lukman Hakim (Aman) dan tim Herman HN-Zainudin Hasan (Manzada), melakukan WO dari ruangan rapat, karena dianggap rapat pleno yang semestinya membahas dugaan pelanggaran pilgub terlebih dahulu.
Hujan interupsi pun mewarnai rapat pleno ketika Ketua KPU Kota Bandarlampung Fauzi Heri baru membacakan tata tertib (tatib) rapat pleno rekapitulasi suara pilgub Kota Bandarlampung. Dua tim pemenangan, yakni pasangan Aman dan Manzada melakukan interupsi disela pembacaan tatib tersebut.
’’Kami dari saksi pasangan Manzada, menyatakan keberatan pleno rekapitulasi sudah terkondisikan tidak nyaman, kami keberatan dengan tatib dari KPU yang menyatakan rapat hanya membahas proses perhitungan,” kata Aryanto yang mewakili saksi dari pasangan Manzada.
 Pihaknya meminta semua tahapan pilgub bisa dibahas karena apa yang ada dalam kotak suara hasil dari rangkaian pilgub yang sudah berjalan. ’’Kami juga ada temuan-temuan-temuan yang tidak bisa kami sebutkan di sini. Kami mohon izin tidak akan menandatangani rekapitulasi, kami tidak akan pergi, kami akan tunggu di luar, sampai rapat selesai,” kata Aryanto yang mewakili saksi dari pasangan Manzada.
Sementara, Afdal, saksi dari tim Aman mengatakan bahwa pengamanan rapat pleno terlalu berlebihan. ’’Kenapa ramai sekali polisi, kan ngak perlu rame-rame begini, ini berlebihan mananya. Saya hampir tidak masuk. Ini pleno terbuka publik bisa monitoring ini semua, apalagi saya selaku saksi Aman,” paparnya.
Pihaknya, keberatan masalah perhitungan suara, karena banyak tahapan banyak pelanggaran, kenapa masyarakat kota Bandarlampung tidak mendapat undangan C6. ’’Konteknya beda pileg dan pilgub," jelasnya.
Sementara, menurut Ketua KPU Kota Bandarlampung, Fauzi Heri dalam tata tertib tersebut dikatakan pleno ini hanya membahas rekapitulasi pilgub. ’’Kami hanya melaksanakan kewenangan mereka untuk membahas pleno rekapitulasi. Sementara untuk keberatan saksi bisa diajukan ke KPU Provinsi Lampung,’’ ungkap Fauzi Heri.
Namun dalam rapat pleno rekapitulasi tersebut tanpa dihadiri oleh saksi dari tim calon Berlian Tihang-Muklis Basri (Barlian-Mu). Nah, menanggapi ini, Komisioner KPU Lampung Erlina menegaskan bahwa tanpa adanya saksi pun rapat pleno sah, karena peserta rapat itu adalah lima komisioner KPU dan PPK se-Kota Bandarlampung.’’Jadi tanpa ada saksi dan tandatangan saki pleno ini sah, tidak ada aturan yang membatalkan jika hanya itu,’’ kata Fauzi Heri.
Aksi WO saksi manzada terjadi juga di Tanggamus, Lampung Selatan dan Kota Metro. Hal yang menarik adalah mereka tidak meninggalkan kantor KPU,mereka hanya menunggu di luar ruangan karena mereka tetap akan meminta hasil rekapitulasi nanti.
Disisi lain, aparat kepolisian lengkap dengan persenjataan berjaga-jaga di sekitar kantor KPU setempat mulai dari radius 1 kilo meter (KM). Pengamanan pihak kepolisian untuk pleno pilgub Lampung, cukup ketat, lengkap dengan alat (detektor) pendektsi dipintu masuk KPU.
Dalam penghitungan rekapitulasi perolehan suara pilgub Lampung yang dilakukan KPU Kota Bandarlampung, pasangan Manzada unggul di 20 kecamatan. Rata-rata perolehan suara dikuasai pasangan yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Sekadar diketahui dari hasil pleno tersebut Manzada mendominasi perolehan suara di Kota Bandarlampung. Ini merupakan hasil pleno rekapituasi suara pilgub di KPU Kota Bandarlampung. Pasangan nomor urut tiga Manzada meraup suara paling besar, yakni mencapai 243.368 suara atau 56,09 persen.Sedangkan pasangan nomor urut dua, M Ridho Ficardo-Bakhtiar Basri meraup 99.548 suara (22,19%).
Pasangan nomor urut satu, Berlian Tihang-Mukhlis Basri 65.440 (15,08%), serta  nomor urut empat Aman hanya 25.509 suara (5,88%). (dra/ryn/ful) Hujan Interupsi, Pleno Panas


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial