Senin, 14 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Lembaga Survei Tumbuh Subur

Lembaga Survei Tumbuh Subur


BANDARLAMPUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dituntut lebih serius menertibkan lembaga survei (LS) yang kini mulai tumbuh subur. Publik pun dituntut untuk tidak lekas percaya dengan keberadaan lembaga survei yang kerap sekadar muncul karena titipan.  
Ya, hal ini dinilai penting agar penyelenggaraan pemilihan gubernur (pilgub) Lampung maupun pemilihan umum legislatif (pileg) berjalan mulus tanpa ada doktrin, yang menimbulkan efek negatif.
Nah, untuk merealiasikannya, lembaga penyelenggara pemilu itu akan berkoordinasi dengan Asosiasi Lembaga Survei agar menertibkan lembaga survei yang melakukan penyimpangan kode etik.
Namun, jika suatu lembaga survei tidak bergabung dengan asosiasi, maka KPU akan membentuk Dewan Etik lembaga survei. ’’Pengawasan lembaga yang melanggar, bisa oleh semua pihak dan laporkan hasilnya,’’ kata anggota KPU, Sigit Pamungkas lewat sambungan telepon kemarin (12/3).
Sigit mengemukakan lembaga survei akan mendapatkan sanksi apabila melakukan dua hal. Pertama, mengumumkan hasil survei pada masa tenang. Kedua, mengumumkan hasil quick count sebelum dua jam penutupan tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Indonesia bagian barat. ’’Jelas mereka akan kena pidana pemilu,’’ tegasnya.
Ditambahkan Sigit, KPU akan memberi tanda bagi lembaga survei yang sudah mendaftar. Namun bagi lembaga yang mendaftar tetapi datanya tidak lengkap, lembaga itu tidak akan diberi tanda terdaftar. Data administrasi yang harus dilengkapi seperti, menandatangani pernyataan soal metodologi yang digunakan, dan pernyataan sumber dananya dari mana. ’’Sampai tanggal 9 April tidak lengkap, tidak akan diberi tanda oleh KPU,’’ ucapnya. Sejauh ini ada 11 lembaga survei yang sudah mendaftarkan ke KPU (selengkapnya lihat grafis).
Dirinya berharap, kepada lembaga survei yang ada di Lampung, untuk segera melakukan langkah-langkah nyata dengan berkoordinasi kepada lembaga terkait. ’’Jangan dipercaya dengan lembaga survei yang tumbuh menjelang pilgub, hati-hati ini bisa merusak konsentrasi parpol dan konstelasi politik yang ada,” pungkasnya. (ful) Lembaga Survei Tumbuh Subur


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial