Senin, 14 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Bagi Gula Dibalut Sedekah

Bagi Gula Dibalut Sedekah


LIWA - Di tengah hiruk pikuknya gelaran lima tahunan pemilihan umum (pemilu) legislatif pada tanggal April 2014 mendatang, ternyata menyisakan celah yang lebar dalam pelaksanaan pengawasan terhadap tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di daerah Sang Bumi Ruwa Jurai ini.
Penyelenggaraan pilgub yang akan digelar bersamaan dengan Pileg pada 9 April mendatang, kini seolah terabaikan. Hasil pantauan koran Senator Lampung di lapangan dalam beberapa hari ini di wilayah Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, tim sukses (timses) salah satu calon gubernur (cagub) Ridho-Bakhtiar diduga membagi-bagikan gula putih seberat dua kilogram per kepala keluarga.
Adi (36) salah seorang warga Pekon  Sebarus  membenarkan, bahwa dalam beberapa hari ini menerima gula putih kurang lebih dua Kilogram dalam dua bungkus kantong plastik.
’’Banyak yang menerima gula itu mas, katanya itu sedekah dari mas Ridho. Kalau kami terima aja mas, kan sedekah katanya,’’ kata dia.
Lanjut dia, saat menerima gula tersebut dia tidak melihat Alat Peraga Kampanye (APK), termasuk gambar dan tulisan dukungan. ’’Tidak ada mas, gambar foto tidak ada, tulisan-tulisan juga ndak ada mas. Cuma gula saja,’’ terang dia.
Sementara, Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lambar Radityo Ariadi Nugroho, ST kepada surat Kabar Harian ini kemarin (11/3) mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi, bahkan ada seorang calon anggota DPRD Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Lampung Barat, Pesisir Barat dan Tanggamus yang mendompleng dalam sembako itu.
’’Kami sudah menerima laporan itu dari masyarakat, bahwa salah seorang cagub membagi-bagikan dua kilo gula putih," ungkapnya.
Terkait temuan tersebut, mereka akan segera menginstruksikan kepada Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) dan Penitia Pengawas Lapangan (PPL) untuk mengecek semua gula-gula itu dalam waktu dekat.
’’Panwas akan segera menginventarisir semua gula-gula itu, untuk mendata dari mana kiriman itu, siapa yg menerima, berapa jumlahnya, untuk apa gula itu dikirim, dan siapa yang membagi-bagikan, bahkan jika perlu ekspedisinya seperti apa, kita akan cari semua informasi itu secepatnya," jelas Radit.
Masih kata Radit, setelah pihaknya menginventarisir barang tersebut, mereka akan kaji dan untuk selanjutnya, itu bisa dikategorikan pelanggaran yang Terstruktur, Massif dan  Sistematis (TMS) atau tidak dalam penyelenggaraan Pemilukada. Jika termasuk dalam TMS, maka bisa saja sampai dianulir kemenanganya, atau seperti kasus di Palembang diulang di beberapa daerah.
’’Jadi, Kita akan segera turun k lapangan, apakah pembagian gula-gula secara menyeluruh itu bisa dikategorikan pelanggaran TMS atau bukan, tetapi menurut anggota kami di Lapangan itu termasuk pelanggaran terstruktur, sistematis dan massif. Saya berharap, kasus gula ini cepat kelar, jangan sampai menimbulkan fitnah bagi Panwas karena laporan masyarakat terkait kasus ini belum tuntas," bebernya. (don/ful) Bagi Gula Dibalut Sedekah


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial