Senin, 14 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Listrik Padam, Ridho Kena Getah

Listrik Padam, Ridho Kena Getah


SUKADANA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Timur menemukan selembar surat yang diduga black campaign (kampanye hitam) yang bertebaran di sepanjang jalan lintas timur (Jalintim).
Surat berwarna kuning itu menunjukan rasa kecewa dari koalisi masyarakat sipil Lampung dengan menolak pemadaman listrik. Selebaran itu juga menyudutkan calon gubernur M. Ridho Ficardo karena jargonnya ’’Memberi dan Melayani’’ hanya kebohongan besar dan tipu-tipu rakyat.
Sebab, ayah Ridho, Fauzi Thoha selaku Direktur PT Sugar Group Company (SGC) tidak mengizinkan dan menolak PLN membangun transmisi listrik di wilayah timur melewati Menggala dan Seputihbanyak sejak 2010.
Alasannya demi pasokan listrik di perusahaan tersebut.
’’Surat ini kami terima dari anggota yang menemukannya di Jalintim. Kata anggota saya, selembaran surat ini bertaburan sepanjang jalan ini,’’ kata Teguh kepada Senator Lampung, kemarin (11/3).
Menurutnya, selembaran surat yang ditebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab ini diduga black campaign untuk meruntuhkan popularitas cagub Ridho di mata masyarakat jelang pilgub.
’’Namanya politik. Masalah mati lampu dimanfaatkan untuk cari kelemahan lawan. Ini masalah kecewa warga sama soal pilgub, jadi bercampur aduk,’’ ujarnya.
Teguh mengatakan bila selembaran surat tersebut telah diamankan panwaslu untuk diselidiki asal usulnya.’’Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi, kita harus netral. Jangan samakan antara masalah listrik dengan pilgub,’’ harapnya.
Terpisah, Dedi, seorang warga setempat mengeluhkan pemadaman listrik di Lamtim. ’’Kalau dibilang kecewa tentu iya. Kami berharap pemerintah bisa menormalkan kembali listrik ini,’’ katanya.
Selebaran yang sama pun, beredar di Kabupaten Pesawaran. Selebaran   bertuliskan bahwa ayahanda Ridho Fikardo (Fauji Toha), telah melakukan penolakan rencana PLN untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik selampung beredar di Kabupaten Pesawan.
Di dalam selebaran berwana kuning tersebut, mengatasnamakan koalisi masyarakat sipil Lampung tolak pemadaman listrik yang menyebut bahwa pasokan listrik di Lampung bergantung pada Subagsel lewat satu jalur dan ini tidak cukup untuk meyuplai kebutuhan listrik yang ada.
Karena itu sejak tahun 2010 PLN berupaya membangun jaringan transmisi listrik wilayah timur yang melewati daearah seputih banyak dan menggala namun rencana tersebut blum dapat terwujud  lantaran PLN tidak diizinkan oleh perusahaan perkebunan tebu Sugar Group Company (PT.SGC) .
’’Kalau dilihat dari isi selebarannya sih ini yang membuat adalah lawan politik Ridho,yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baiknya," ujar Yayan, salah satu warga Pesawaran yang menemukan selebaran tersebut didepan rumahnya kemarin.  
Menurutnya,di tahun politik saat ini banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan para calon untuk melakukan pencitraan dan upaya saling menjatuhkan satu sama lain demi mendapatkan suara terbaik dari masyarakat.
’’Contohnya seperti lawan politik Ridho ,takut suaranya  tersaingi dengan melakukan upaya seperti ini membagikan selebaran yang isinya menjatukan,inikan kurang baik,seharusnya kalau mau berpolitik,bertpolitiklah yang sehat, jangan saling menjatuhkan,’’ harapnya. (bin/soh/ful) Listrik Padam, Ridho Kena Getah


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial