Jumat, 20 September 2019
Home / Demokrasi / Wiranto Sebut Penyebar Hoaks Sama Dengan Teroris. Anggota Dewan: Ngawur!

Wiranto Sebut Penyebar Hoaks Sama Dengan Teroris. Anggota Dewan: Ngawur!

Jakarta-  Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto secara gamblang pada menyebut bahwa pelaku penyebar hoaks sebagai teroris (20/3/19). Ya,  ini disebabkan lantaran hoaks bisa menimbulkan ketakutan. 

"Kan ada Undang-Undang ITE, pidananya ada. Tapi saya terangkan tadi hoaks ini kan meneror masyarakat. Terorisme ada fisik dan nonfisik. Terorisme kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoaks untuk takut datang ke TPS, itu sudah ancaman, itu sudah terorisme. Maka tentu kita Undang-Undang Terorisme," ujar Wiranto. 

Atas ungkapan ini,  Wakil Ketua DPR Fadli Zon bereaksi keras. Menurutnya,  tak seharusnya Wiranto mengeluarjan statemen tanpa didasarkan aturan. 

“Ini pernyataan sangat ngawur. Pernyataan seperti harusnya mendapat sanksi. Karena tidak boleh seorang pejabat pemerintah apalagi menkopolhukam bicara tidak berdasarkan aturan,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/3/19).

Fadli menegaskan, tidak ada hubungan antara terorisme dengan pelaku penyebar hoaks. Untuk itu,  Ia meminta Wiranto untuk segera mencabut pernyataanya itu. 

“Terorisme itu ada definisinya, apa itu terorisme. Segera harus dicabut. Saya tak tahu maksud di belakangnya apa. Apakah dia memang sedang mabuk atau apa?” ucapnya. 

Tak jauh beda,  Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menganggap pernyataan Wiranto ngawur dan berlebihan. Bahkan, ia menyarankan Wiranto untuk membaca kembali UU Terorisme.

“Jangan ngawur. UU terorisme bukan untuk penyebar hoaks. Karena hoaks itu muncul dari kegagalan negara memberikan edukasi dan literasi serta ketiadaan teladan dari para penyelenggara negara,” ujar Nasir, Kamis (21/3/19).

Menurut Nasir, hoaks itu dapat dijerat dengan UU ITE dan juga KUHP. Bahkan, ia meyakini, hoaks itu akan hilang kalau pemimpin dan masyarakatnya jujur. Sebab, berita bohong itu tidak mendapat tempat alias tak laku di negara yang mayoritas penduduknya cerdas dan jujur. 


“Hoaks akan subur kalau penyelenggara negaranya bermental korup dan tidak mengetahui masalah yang sebenarnya yang dihadapi oleh bangsa ini,” katanya.(det/jaw/dim)
Wiranto Sebut Penyebar Hoaks Sama Dengan Teroris. Anggota Dewan: Ngawur!


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial