Senin, 14 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Demokrat Buntu Ide

Demokrat Buntu Ide


KALIANDA - DPC Partai Demokrat (PD) Lampung Selatan, tak bertaring. Bahkan tidak memiliki langkah jitu untuk menyerang, selain hanya berharap ada niat baik da kebersamaan dari unsur pimpinan dewan untuk menghantarkan kader PD Raden Muhammad Ismail menjadi ketua DPRD devinitif.
"Nggak ada jurus jitu untuk menyerang, posisi PD saat ini serba salah.  Melainkan kami sangat berharap ada niat baik dan kebersamaan unsur pimpinan dewan," kata ketua Fraksi PD Harjono saat ditanya apa lagkah dan jurus PD kedepan untuk mendudukkan kadernya itu menjadi ketua DPRD devinitif setempat, menggantikan Siti Farida, kemarin (14/1).
Perpanjangan tangan DPC PD Lampung Selatan itu membenarkan jika poisisi PD saat ini dalam situasi yang serba salah. Artinya, lannjut dia, selain ketua DPRD dijabat oleh plt ketua dari parpol lain, juga tidak adanya dukungan dari ketua fraksi - fraksi di DPRD terhadap pelantikan ketua DPRD tersebut. Terbukti, rapim dan bamnus yang menjadi dasar keputusan awal untuk mengagendakan paripurna belum juga terlaksana.
"Kami sadar, jika ketua fraksi tak hadir alias tidak kuorum, rapim dan banmus tidak terlaksana. Ini upaya nyata pengagalan proses pelantikan," ujarnya. Disadari, masing - masing memiliki kepentingan politik, di tambah posisi ketua DPRD strategis untuk mengambil kebijakan. "Apalagi mau pemilu, poisisi ketua DPRD memang jadi incaran politisi," ujarnya.
Meski demikian, ketua DPRD devinitif adalah hak konstitusi PD yang menang pada pemilu 2009 lalalu. Ditambah posisi PD yang tak berdaya, salah satu harapan adalah adanya niat baik dan rasa kebersamaan dari unsur pimpinan dewan. Sehingga proses paripurna pelantikan ketua DPRD dapat terlaksana," imbuhnya.
Lain hanya dikatakan dewan pengawas DPC PD Lamsel, Khodri. Ia terkesan menyalahkan pimpinan DPC PD yang telah menjadikan posisi partai berlambang bintang mercy itu dalam posisi yang memperihatinkan, karena salah dalam mengambil kebijakan saat proses penurunan jabatan Siti Farida dari ketua DPRD sejak Juli 2013 lalu, sementara belum ditetapkan pengganti dari DPP PD.
Ujungnya, posisi strategis ketua DPRD dijabat plt oleh parpol lain yang kemungkinan besar enggan melepaskan jabatanya."Tentu saja jadi keuntungan, karena lawan politik pasti akan menggunakan powernya untuk saling mengungguli lawanya terutama pada pemilu. Dan posisi ketua DPRD sangat strategis untuk mengambil kebijakan, sipapun pasti mempertahankannya diposisi jabatan itu," bebernya belum lama ini sambil mengatakan jik peluang pelantikan ketua DPRD devinitif kecil. (hen/ful)

Demokrat Buntu Ide


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial