Senin, 19 November 2018
Home / Demokrasi / Pilpres 2019, Partai Demokrat Dekati PDI Perjuangan

Pilpres 2019, Partai Demokrat Dekati PDI Perjuangan

Senator.co.id (Denpasar)- Partai Demokrat jajaki buaht penjajakan untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan guna menghadapi Pilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Ini terlihat dari langkah Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyonono (AHY) yang disebut mengajak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk berdialog.

Kabar soal permintaan untuk dialog ini muncul dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ajakan dialog itu disampaikan AHY dan Megawati saat pengambilan nomor di KPU beberapa waktu lalu.

"Kemarin, ketika mengambil nomor undian, Pak AHY juga menyampaikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk melakukan dialog. Itu hal yang positif. Politik harus bisa dilakukan dengan dialog, siapa pun," kata Hasto di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018).


Terkait dialog ini, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik membenarkan ajakan dialog itu disampaikan AHY dan Megawati saat pengambilan nomor di KPU.

pun demikian, Rachland tak menjabarkan gamblang soal rencana silaturahmi tersebut. Dia juga tak menjawab lugas ketika ditanya soal kemungkinan koalisi antara kedua partai.

"Seperti dari seorang anak ke orang tua, silaturahmi, sederhana saja. Mau mendengarkan pendapat Ibu Mega lalu melihat apakah silaturahmi antara kedua partai diputuskan,"  ucap Rahland.
Rachland mengatakan pihaknya masih menunggu waktu dari Megawati. "Ibu Mega juga belum bilang setuju kok. Kan bilangnya nanti kita akan berikan waktu, tapi kan belum artinya setuju. Ya kita menunggu aja dari Bu Mega," tuturnya.

Apakah akan ada koalisi PD-PDI P di Pilpres?"Tentunya kami belum sampai pada pembicaraan lebih dalam soal itu. Kita lihat nanti. Tapi kita tetap jalin komunikasi dengan partai lain," kata Agus Hermanto, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Saat ini, PDIP telah resmi mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Jokowi maju sebagai Capres 2019. Ditambah PDIP, Jokowi sudah mengantongi dukungan dari lima partai.

Kelima partai tersebut ialah PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura. Dengan dukungan kelima partai tersebut Jokowi telah mengantongi 52,21 persen dengan perhitungan hasil Pemilu 2014.

Jika ditambah dengan Demokrat yang memiliki 10,19 persen suara, tentu dukungan untuk Jokowi makin gemuk. Total persentase berdasarkan hasil Pemilu 2014, Jokowi mengantongi 62,40 persen.

Memang sangat sulit bagi Demokrat untuk membangun poros baru. Apalagi saat ini tinggal tersisa PKB dan PAN yang masih belum menentukan sikap. PAN sendiri telah memberikan sinyal untuk bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKS yang ingin mengusung Prabowo Subianto.

Jika memaksakan untuk membuaht poros baru,  misalnya  Demokrat – PKB, mereka hanya mampu meraih 19,23 suara. Padahal UU Pemilu yang baru mensyaratkan presidential threshold (PT) atau syarat parpol/gabungan parpol bisa mengusung capres adalah memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya.

pada bagian lain, Gerindra, PKS, dan PAN disinyalir akan membentuk koalisi dengan mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Jika wacana ketiga partai ini membangun koalisi terjadi mereka sudah mengantongi 26,19 persen suara. (ats/det/jar)
Pilpres 2019, Partai Demokrat Dekati PDI Perjuangan


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial