Minggu, 20 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Angka Invalid Menurun Drastis

Angka Invalid Menurun Drastis


BANDARLAMPUNG - Perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan KPU Bandarlampung cukup signifikan. Tercatat dari 53.435 jumlah pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) invalid tertanggal 1 November lalu, kini tersisa 2.888 pemilih per  30 November 2013.  
Menyusutnya jumlah pemilih dengan NIK invalid itu merupakan hasil pencocokan dan penelitian DP4 dan hasil penyisiran PPS langsung kepada pemilih.
’’Ya, jumlah pemilih dengan NIK invalid yang berhasil kita perbaiki mencapai 94,6 persen. Setiap pemilih yang didatangi petugas kami dan memang tidak memiliki KTP diwajibkan menandatangani surat pernyataan dengan ditanda tangani dan dicap oleh Ketua RT setempat,” kata Ketua KPU Bandarlampung Fauzi Heri, kemarin (1/12).
Ditambahkannya, surat pernyataan dari pemilih yang dikumpulkan oleh PPS itu dikirimkan kepada KPU Bandarlampung melalui PPK di kecamatan. Hasil rekapitulasi terhadap surat pernyataan tersebut jumlahnya mencapai 711 ribu pemilih.
Selanjutnya data pemilih tanpa NIK itu dikirimkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat untuk diberikan NIK baru.
’’Dari tanggl 23 November 2013, data pemilih tanpa NIK itu diperbaiki oleh Disdukcapil setempat. Hingga menjelang pleno DPT di KPU Bandar Lampung, pemilih tanpa NIK itu tinggal tersisa 2.888 jiwa. Kami sangat mengapresiasi kinerja dari Disdukcapil Bandarlampung yang telah all out membantu KPU,” ujarnya.
Fauzi mengungkapkan untuk menghapus pemilih tanpa NIK hingga seratus persen, pihaknya Disdukcapil terkendala dengan status pemilih yang menjadi penghuni di Lembaga Permasyarakatan, LP Rajabasa dan status domisili pemilih mahasiswa yang indekost.
’’Mereka berasal dari luar Kota Bandarlampung, tetapi karena statusnya sebagai napi mereka tinggal di LP Rajabasa,” imbuh Fauzi.
Sementara identitas kependudukan mereka di daerah asal sudah hilang atau tidak berlaku lagi. Sedangkan pemilih dengan kategori mahasiswa di daerah asalnya belum pernah membuat KTP dan saat dilakukan pendataan mereka tercatat indekost di sekitar wilayah kampus di Bandarlampung.
Hasil pleno KPU Bandarlampung, juga terjadi penurunan jumlah pemilih secara keseluruhan. Jumlah pemilih dalam DPT Bandarlampung kini menjadi 634.041 pemilih. Penurunan itu menyusul terdapatnya 86 pemilih dalam NIK invalid yang dicoret karena berubah status menjadi TNI/Polri, meninggal dunia dan pindah domisili.
Sedangkan pencoretan pemilih dalam DPT juga masih dilakukan karena alasan yang sama sebanyak 461 pemilih.
’’Kami terus melakukan penyisiran terhadap DPT yang telah ditetapkan. KPU Bandarlampung tetap membuka masukan dan laporan dari masyarakat terkait data pemilih. Jika ada yang belum terdaftar, maka akan dimasukkan dalam daftar pemilih khusus,” pungkasnya. (ben/ful)

Angka Invalid Menurun Drastis


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial