Rabu, 11 Desember 2019
Home / Demokrasi / Pattimura : Masyarakat Dijajah SGC, Dimana Hatimu Wahai Elit Partai Politik

Pattimura : Masyarakat Dijajah SGC, Dimana Hatimu Wahai Elit Partai Politik


Senator.co.id- DPD Partai Gerindra Lampung,menggelar acara media briefing di kantor DPD Gerindra Lampung, Sukadana Ham, Bandar Lampung, Selasa (14/11) Dalam acara ini, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim dan Sekretaris DPD Gerindra Lampung Patimura membagikan langsung buku berjudul “Paradoks Indonesia, Negara Kaya Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin"

Dalam paparannya Patimura mengatakan dalam buku ini, Ketua Umum Partai Gerindra memberikan penjelasan mengenai situasi nasional terkini dalam berbagai bidang. 

“Paradoks Indonesia adalah kejanggalan tentang kondisi yang terjadi di Indonesia. Negara kita kaya akan sumber daya  alam dan sumber daya manusia. Namun, mengapa masih banyak rakyat Indonesia yang hidup miskin dan lapar. Mengapa biaya hidup semakin tinggi dan mencari pekerjaan begitu susah. Mengapa negara kita terus berutang, Mengapa kekayaan kita terus mengalir ke luar negeri. Kondisi inilah yang oleh ketua umum Partai GERINDRA Prabowo Subianto sebagai “Paradoks Indonesia,”Jelas patimura

Menurut Patimura, Tidak hanya Indonesia memiliki paradoks, namun Lampung juga punya paradoks. Diantaranya keberadaan perusahaan besar di Tulangbawang PT. Sugar Group Company (SCG). Kekuasaanya mampu membuat masyaraakat hingga elit partai politik ciut.

"Paradoks Lampung ini  harus sama- sama melakukan perlawanan dari berbagai  unsur. Maka dengan tegas Gerindra melakukan perlawanan, yakni dengan terus konsen dengan Pansus SGC DPRD Tuba,” ucapnya

Dilanjutkan Patimura, bukan saja masyarakat yang sudah ketakutan mendengar SGC, tapi elit parpol bahkan sampai menarik diri, di Pansus SGC karena takut.

”Ini kita sudah dapat laporannya terkait kejanggalan PT.SGC, dan data-data tersebut sudah diserahkan ke Pimpinan DPRD Tuba, dan pimpinan DPRD Provinsi Lampung,” paparnya

Selanjutnya, pihaknya akan mendorong agar permasalahan SGC dengan masyarakat tersebut dibawa ke Provinsi. 

”Apakah nanti akan dibuat lintas fraksi Pansus SGC, atau kah dengan lintas komisi. Ini segera ditindaklanjuti dan akan dibahas dulu nanti,” tegasnya.

Mantan komisioner KPU Lampung itu, menambahkan, DPRD Lampung juga akan ke Departemen Pertanian serta Badan Pertanahan Nasional Pusat,  terkait dengan adanya indikasi pencaplokan lahan pertanian dan masyarakat serta beberapa register rawa bakung dan tanah ulayat.

“Disitu ada 40 ribu penggelapan pajak, artinya ada 40 ribu yang tidak dilaporkan terkait dengan pajak SGC,” bebernya

Legislatif juga, masih dengan Pattimura akan berkoordinasi dengan DPR RI, agar permasalahan tersebut terang benderang. 

Hal senada diungkapkan Ali Hasan Pimpinan DPRD Tulangbawang dari fraksi Gerindra, dinamika Pansus SGC DPRD Tuba ini sudah melewati berbagai macam kejadian, hingga tersisa 4 orang, yakni dari Gerindra dua anggota DPRD dan dua orang lainnya dari PKS dan Hanura.

“Saya sudah prediksikan dari awal, ini bakal aka kejadian seperti ini, jika memang kita mau berani ya berani benar, dan tidak setengah-setengah. Karena masyarakat didalam sana itu hidup dalam ketakutan. Tidak menikmati listrik, aturan di umur 72 tahun Indonesia merdeka, selayaknya menikmati listrik tersebut. Belum lagi masalah sertifikat prona, masyarakat disana juga tidak mendapatkan haknya. Berbeda dengan  didaerah wilayah timur sampai Presiden yang langsung memberikan sertifikat prona. Ini masyarakat terjajah,” ungkap Ali

Ali berharap permasalahan masyarakat dengan SGC cepat selesai dan tidak sampai terjadinya pertumpahan darah. Karena pihak SGC ini sudah membentuk Pamswakarsa yang diambil dari masyarakat juga, jika terjadi warga menguasai lahan, maka akan dibenturkan antara Pamswakarsa dengan warga.

"Keberadaan SGC tidak menguntungkan masyarakat malah membuat keresahan di dalam masyarakat, masyarakat hidup seperti negara didalam negara padahal masyarakat ingin merasakan kemerdekaan."tandasnya (ver)

Pattimura : Masyarakat Dijajah SGC, Dimana Hatimu Wahai Elit Partai Politik


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial