Senin, 14 Oktober 2019
Home / Demokrasi / Frans Tebar Kartu Kematian

Frans Tebar Kartu Kematian

GEDONGTATAN – Upaya menarik simpatik masyarakat calon anggota DPR RI  Frans Agung Mula Putra dari partai Hanura, terus melakukan sosialisasi kebeberapa daerah. Caranya yang dilakukan cukup unik, yakni dengan membagikan kartu asuransi kematian. Ya bila warga meninggal dunia akibat kecelakaan akan diberi santunan Rp9 juta, namun apabila meninggal karena sakit diberikan santunan Rp1 juta.

Menurut Frans Agung, kartu asuransi yang dibagikan ini adalah kartu asuransi Hanura MNC Life yang merupakan program dari Bapilu Pusat Hanura, dibeikan kepada kader peggerak partai,yang  manfaatnya penanggung akan memberikan manfaat kepada ahli waris yang sah dari pemilik resmi kartu kader penggerak Hanura.

”Kartu assuransi ini akan kita bagikan ke tujuh kabupaten kota yang ada di Lampung,untuk sementara ini baru empat kabupaten yang  baru bisa kita bagikan,yang jelas program ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak siapa saja bisa memiliki kartu ansuransi ini,” paparnya kemarin .

Lebih lanjut, Frans menjelaskan, untuk panduan assuranse MNC Life ini dirancang dengan singkat,menjelaskan program tersebut diatas,penafsiran terhadap setiap persyaratan dan ketentuan mengenai  program asuransi harus dilakukan berdasarkan  syarat dan ketentuan yang tercantum dalam polis asuransi jiwa (polis Induk )yang dapat diterbitkan oleh penanggung.

’’Untuk semua pembayaran manfaat asuransi atas resiku yang dipertanggungkan dalam polis induk akan dilaksanakan setelah dokumen klaim diterima dan telah memenuhi persyaratan dan akan dibayarkan kepada ahli waris yang sah dari tertanggung,” ungkapnya.

Sedangkan untuk syarat pengajuan klaimnya, Frans menjelaskan, pengajuan klaim manfaat asuransi dilakukan oleh ahli waris yang sah dari tertanggung kepada penaggung dengan melengkapi dokumen persyaratan seperti kartu kader pengerak Hanura asli.

Lalu foto kopi kartu tanda penegenal tertanggal , foto kopi kartu keluarga, legalisir surat keterangan kematian dari dokter dan pemerintah setempat RT,RW kelurahan serta kecamatan.’’Dokumen klaim tersebut diatas wajib diserahkan kepada penaggung dalam jangka waktu  90 hari setelah tanggal meninggalnya tertanggung ,namun apa bila lebih dari jangka waktu tersebut penaggung berhak untuk menolak klaim yang diajukan,” kata dia.  (soh/ful)

Laporan: Soheh
Editor: Syaiful Amri
Frans Tebar Kartu Kematian


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial