Minggu, 15 September 2019
Home / Demokrasi / Memarahi Bawahannya, Bupati Pesawaran Terkesan Cucitangan

Memarahi Bawahannya, Bupati Pesawaran Terkesan Cucitangan

PESAWARAN- Bagian Perlengkapan Kabupaten Pesawaran membantah berita bahwa bupati setempat menarik kendaraan bantuan untuk pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan, kepala bagian perlengkapan menjadi sasaran kemarahan Bupati Aries Sandi karena persoalan ini.

Bupati Pesawaran Aries memanggil Kepala Perlengkapan Holil dan memarahinya karena mengambil kendaraan bantuan di jalan, saat dipakai dan dinilai tidak mengindahkan etika. Penarikan mobil bantuan terjadi pada Kamis (10/5) malam, saat mobil berada di rumah seorang anggota NU, di Dusun Pasar Minggu, Desa Gedongtataan. Namun, kabar beredar bahwa penarikan dilakukan jalan.
Dimana penarikan itu karena pengurus NU setempat enggan terlibat politik praktis seperti yang diminta Bupati Aries Sandi. Bantuan lainnya yang ditarik berupa hibah tanah seluas 3,5 hektare yang tadinya diperuntukkan lembaga pendidikan NU.
"Sebetulnya kendaraan mobil yang statusnya pinjam pakai ke NU itu bukan ditarik, tapi validasi data,"  kata Kepala Bagian Perlengkapan Kabupaten Pesawaran Holil.  
Menurutnya, jika ada yang mengatakan penarikan di jalan atau di salah satu rumah makan, tidak benar, Kasubag Perlengkapan melakukannya sesuai prosedur. 
"Pak Solihin sendiri sebagai Ketua Pengurus Cabang NU Pesawaran yang menyerahkannya," jelas dia.
Dikatakannya, akibat kejadian tersebut pihaknya dipanggil bupati, karena dianggap melakukan kesalahan dan menjalankan tugas tak sesuai aturan serta etika.
"Saya kemarin dipanggil Pak Bupati, sesampainya di ruangannya, saya langsung dimarahi, karena Pak Bupati merasa penarikan itu saya lakukan di jalan. Saya cuma diam saja, walaupun omongan tarik di jalan tidak benar," tutur dia. 
Holil mengatakan, sebagai pejabat yang ditugaskan di bawah bupati, apapun perintah bupati harus siap melaksanakannya, karena itu bentuk loyalitas anak buah terhadap atasan.
"Saya berharap masyarakat berpikir positif, jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini. Saya juga orang NU,"tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Cabang(PC) NU Pesawaran, Solihin mengatakan, penarikan kendaraan karena pihaknya menolak keinginan bupati  dilibatkan dalam kegiatan politik praktis.
 "Kalo cuma mobil itu sepele. Saya sangat beruntung jika mobil bantuan dan hibah berupa tanah seluas 3,5 hektare ini diambil lagi. Karena bantuan itu malah jadi beban, NU Pesawaran tak mau ditunggangi politik, apalagi agama dibawa-bawa dalam politik. Kami bukan partai politik," kata Solihin.(soh/eza)
Memarahi Bawahannya, Bupati Pesawaran Terkesan Cucitangan


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial