Jumat, 22 November 2019
Home / Demokrasi / Revisi, Selisih Rp6,3 Miliar

Revisi, Selisih Rp6,3 Miliar

KETUA  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Nanang Trenggono mengutarakan, berdasarkan hasil revisi ke empat atau revisi terakhir, anggaran pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 atau pagu indikatif untuk tingkat provinsi Lampung yakni sebesar Rp20,7 miliar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya sebesar Rp14,4 miliar atau mengalami peningkatan sekitar Rp6,3 miliar.

Nanang mengutarakan, dari Rp 20,7 miliar itu diantaranya sekitar Rp 9 miliar akan digunakan untuk logistik. Dan Rp1,5 miliar menurut rencana akan digunakan untuk operasional tim seleksi komisioner KPU provinsi dan kabupaten/kota.

"Anggaran itu diambil dari tahun anggaran 2013. Namun, dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk operasional tim seleksi anggota KPU itu tidak dapat digunakan sekarang,”  kata dia.

Hal itu dikarenakan masa jabatan anggota KPU Lampung dan KPU kabupaten/kota telah diperpanjang. Dan uangnya akan dimasukkan dalam tahun anggaran 2014. Lampung Tengah (Lamteng) anggarannya tertinggi yakni sekitar Rp49 miliar.

”Karena Lamteng memiliki jumlah mata pilih atau jumlah penduduk yang lebih banyak. Daerahnya juga lebih luas," ungkap Nanang.

Terkait persiapan logistik, Nanang menerangkan, Senin (23/9), pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi (rakor) tentang logistik dengan koordinator divisi Edwin Hanibal. Dalam rakor itu pemateri atau nara sumbernya tim logistik dari pusat.

"Dana untuk logistik itu akan diterima dalam bentuk uang. Penggunaannya akan dibahas dalam rakor tersebut. Rencana anggaran dalam pagu indikatif itu kedepan bisa bertambah atau berkuran," jelasnya.

Ketua KPU Lampung Selatan (Lamsel) Abdul Hasid, kemarin (19/9), kepada Senator Lampung mengutarakan, anggaran pileg untuk KPU Lamsel yakni sekitar Rp 30 miliar. Dari total anggaran tersebut, sebanyak 70 persen atau sekitar Rp 21 miliar akan digunakan untuk pembayaran honorer sampai ke tingkat panitia pemungutan suara (PPS).

Abdul Hasid mengutarakan, saat ini di Lamsel terdapat sekitar 1.859 PPS. Dimana masing-masing PPS diperkirakan terdapat sekitar tujuh orang.

"Untuk PPS tingkat desa sebanyak 800 orang dan PPK sebanyak 85 orang. Itu belum termasuk personil sekretariat di tingkat desa," kata Abdul Hasid.

Sedangkan sisa anggarannya yakni sekitar 30 persen atau sekitar Rp 9 miliar diantaranya menurut rencana akan digunakan untuk keperluan distribusi logistik seperti kotak dan surat suara. Dan untuk pembuatan tempat pemungutan suara (TPS).

Ketika dikonfirmasi terkait besaran anggaran yang akan digunakan dalam pileg 2014 mendatang, Ketua KPU Lampung Tengah Hendra Fadilah, kemarin (19/9) kepada Senator Lampung mengaku belum mengetahui besaran jumlahnya. "Saya belum tahu berapa anggarannya," kata Hendra Singkat. 

Ketua KPU Lampung Timur (Lamtim) Samsul Arifin, kemarin (19/9) ketika dihubungi mengaku yang mengetahui besaran anggaran pileg 2014 mendatang adalah sekretarisnya.

"Coba hubungi sekretaris saya, dia (sekretaris,red) yang tahu jumlah anggarannya. Namun sayang, nomor telpon seluler sekretaris ketika dihubungi sekitar pukul 16.04 WIB tidak dapat dihubungi (tidak aktif). 

Ketika disinggung terkait perbaikan daftar pemilih tetap (DPT) Ketua KPU Lamsel Abdul Hasid mengatakan, pihaknya siap melakukan perbaikan DPT. Karena, kemungkinan patut diduga dari nama yang telah tercantum dalam DPT itu ada yang meninggal, baru menikah atau anggota TNI dan polri yang telah memasuki masa pensiun.

"Kami mengimbau bagi anggota TNI dan polri yang telah pensiun setelah pengumuman DPT, dapat segera menghubungi KPU setempat," ujarnya. (ben/ful)

Revisi, Selisih Rp6,3 Miliar


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial