Minggu, 15 September 2019
Home / Demokrasi / Yusril : Tegaskan Independensi Pengadilan Tidak Bisa Diintervensi MPG

Yusril : Tegaskan Independensi Pengadilan Tidak Bisa Diintervensi MPG

JAKARTA - Kuasa hukum DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan independensi  pengadilan tidak bisa diintervensi oleh Mahkamah Partai Golkar (MPG).

Yusril Ihza Mahendra mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin, menanggapi surat dari MPG kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat yang meminta pengadilan menunda sidang perkara perselisihan kepengurusan Partai Golkar.

"Surat yang ditandatangani Ketua MPG Prof Muladi itu dibacakan Ketua Majelis Hakim dalam sidang minggu lalu," kata Yusril.

Menurut Yusril, surat MPG menyebutkan MPG akan bersidang memeriksa pengaduan Agung Laksono yakni Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta  dan meminta PN Jakarta Barat menghentikan proses gugatan Aburizal Bakrie selaku Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali.

"Sikap MPG itu tidak konsisten dan 'mencla mencle'. Pada  23 Desember 2014, saya telah melayangkan surat minta MPG untuk bersidang memeriksa perselisihan kepengurusan Partai Golkar," katanya.

Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini menambahkan, MPG memberikan jawaban pada 6 Januari 2015 yang isinya MPG tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut karena mereka tidak independen lagi dan hakimnya tidak lengkap.

Yusril menjelaskan, Andi Mattalatta sudah menjadi pengurus Partai Golkar kubu Agung Laksono, Jasri Marin tidak mau sidang karena sudah diberhentikan dari majelis hakim MPG,  dan Aulia Rachman sudah jadi Duta Besar Republik Indonesia di Cheko.

"MPG mempersilakan kami (Partai Golkar kubu Aburizal) untuk membawa perkara langsung ke pengadilan," katanya.

Namun, ketika pengadilan sudah sidang, kata Yusril,  MPG malah bisa bersidang dan meminta pengadilan menghentikan proses sidang.

"Apa sekarang MPG jadi independen?" tanya Yusril.

Guru besar hukum tata negara ini menilai, MPG tidak bersedia menyidangkan perselisihan Partai Golkar atas permintaan kubu Aburizal, tapi bisa menyidangkan perkara yang sama atas permintaan kubu Agung Laksono.

Yusril berharap PN Jakarta Barat tidak terpengruh dengan intervensi MPG dan tetap melanjutkan sidang serta menyatakan berwenang mengadili perselisihan Partai Golkar ini.

Tindakan MPG yang menyidangkan permintaan kubu Agung Laksono, menurut dia,  sudah terlambat dan tidak perlu dipertimbangkan pengadilan. ***2*** Yusril : Tegaskan Independensi Pengadilan Tidak Bisa Diintervensi MPG


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial