Kamis, 21 November 2019
Home / Demokrasi / Disorot, Sjachroedin Bela Berlian

Disorot, Sjachroedin Bela Berlian

KETIKA Sekprov Lampung Berlian Tihang terpojok, mengenai statusnya yang belum juga mengundurkan diri, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P justru mempersoalkan beberapa calon lain yang masih memegang jawabannya baik selaku walikota maupun bupati aktif.
   ’’Yang lain mundur gak? Masa Berlian mundur sendirian sementara yang lain tidak. Rugi dong masa dia mundur sendiri,” ujar Sjachroedin saat buka bersama dengan para pempimpin media yang berlangsung di Mahan Agung, kemarin (30/7).
   Orang nomor satu di provinsi Lampung ini membenarkan jika sekretaris daerah provinsi tersebut telah mengajukan permohonan pengunduran dirinya.
   ’’Emang benar dia sudah mengajukan pengunduran diri kepada saya tapi kan nanti ada aturannya mundur. Suratnya sudah saya terima kok,” jawabnya.
   Ia mengatakan jika ia telah memberhentikan sekdaprov, Ir. Berlian Tihang dengan hormat. ’’Sudah saya berhentikan dengan hormat,” ucap Sjachroedin.
   Berlian menambahkan jika seluruh proses pengunduran dirinya belum terlihat. ’’Kita lihat prosesnya lah,” sahut Berlian.
   Sebelumnya ada wacana mengenai calon gubernur Lampung yang diusung PDI Perjuangan, Berlian Tihang terancam tak lolos verifikasi jika pilgub jadi digelar 2013. Pasalnya, hingga saat ini Sekretaris Provinsi Lampung itu belum juga mundur dari jabatannya sebagai birokrat nomor satu provinsi.
   Hal tersebut dinyatakan oleh anggota KPU Lampung Edwin Hanibal yang mengatakan seharusnya sebelum penetapan Berlian Tihang sudah mundur dari jabatan Sekprov Lampung. 
   ’’Ya seharusnya dia (Berlian) sudah mundur dari sekprov dan yang lebih bagus setelah penetapan, cagub dan cawagub yang saat ini masih menjadi kepala daerah harus cuti biar ngak menggunakan anggaran APBD dan fasilitas negara,’’ tandas Edwin, kepada Senator kemarin. 
   Dalam tahapan yang ada, sambung Edwin, penetapan nomor urut pasangan calon gubernur-wakil gubernur yakni 15-16 Agustus 2013. 
     ’’Diaturannya, dia (Berlian Tihang) harus mengisi Form BB 11 surat penyataan mundur dari jabatan PNS. Surat pernyataan ini sebagai salah satu syarat pencalonan, jika hingga penetapan nomor utut tidak ada surat pengunduran dirinya maka bisa dibatalkan,” tandas mantan Ketua LBH Bandarlampung itu.
   Pernyataan Edwin ini sangat kontras dengan pernyataan yang pernah ia nyatakan kepada wartawan Senator pada saat KPU tengah melakukan rapat verifikasi berkas calon.
   Edwin pernah mengatakan jika persoalan berkas syarat BB 11 mengenai pernyataan pengunduran calon dari jabatan structural dan fungsional tersebut tidak serta merta yang bersangkutan sudah mengundurkan diri pada saat menyerahkan berkas tersebut. ’’Nanti setelah ada penetapan dari KPU,” serunya.
   Hal serupa diamini Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono yang menyatakan jika pernyataan yang tertulis dalam BB11 tidak harus diartikan kata perkata.
   ’’Jangan diartikan kata perkata dong, yang jelas pengunduran diri tersebut setelah ada penetapan dari KPU. Lagian pengunduran diri itu butuh proses, gak langsung saat itu mundur,” ucap Nanang Trenggono. 
   Senada disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Nazarudin. Bahwa sebelum ditetapkan KPU Lampung, calon tersebut harus sudah mundur dan tidak aktif lagi sebagai PNS.
   Disinggung apakah ini bisa menyebabkan tidak lolos sebagai calon, Nazarudin mengatakan bisa saja lantaran ini menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. (lia/ful)

Disorot, Sjachroedin Bela Berlian


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial