Jumat, 20 September 2019
Home / Demokrasi / PDIP Digoyang Isu Perpecahan

PDIP Digoyang Isu Perpecahan

    PERPECAHAN dalam tubuh PDI Perjuangan mulai terlihat. Benih-benih itu pun terus tumbuh pada keluarga besar partai besutan Megawati Soekarno Putri, meski oknum yang disebut pembelot belum terdeteksi, fakta kesalahannya.
    Ya, setelah sebelumnya Ketua DPD PDIP Lampung Sjahroedin ZP menyindir ketidak tegasan Khamamik (Ketua PDK Lampung) dalam pemberian dukungan terhadap calob gubernur-wakil gubernur kini muncul nama lain.
    Isu pembelot itu mengarah pada satu nama yang santer beredar, yakni Ferdi Gunsang. Jajaran PDIP pun segera memanggil, guna mengklarifikasi hal ini.
    ’’Kami akan segera mengklarifikasi hal tersebut kepada yang bersangkutan (Ferdi Gunsang, red). Kalau memang sudah tidak cocok lagi, lebih baik mundur saja, lebih terhormat,” tegas Dedi kepada Senator, kemarin (29/7).
    Dikatakan Dedi, perbedaan pendapat pasti ada di setiap partai terutama kebijakan-kebijakan pusat. ’’Tapi kan ini dinamika politik,’’ ucapnya.
    Sampai saat ini belum ada klarifikasi dari pihak yang diduga melakukan pengkhianatan tersebut. Bentuk-bentuk pengingkaran pun belum mengarah pada fakta kongkrit. ’’Dalam beberapa kali rapat kita undang Ferdi untuk datang kok,’’ ungkapnya.
    Dedi menjadwalkan akan mengadakan rapat pada hari Jumat sekaligus untuk meminta klarifikasi dari Ferdi.
’’Biasanya setiap Jumat tapi akhir-akhir ini disibukan dengan persiapan pilgub ini dimana pembentukan tim koalisi,’’ serunya.
    Dedi meyakinkan jika hal ini tidak akan membuat perpecahan dukungan di dalam kubu PDI P yang mengusung pasangan Berlian Tihang-Mukhlis Basri.
    ’’Insya Allah ngaklah karena jaringan PDIP maupun struktur PDI cukup kuat. Kita bisa menggerakan mesin partai secara maksimal,’’ serunya.
    Dedi mengakui tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa nama yang diindikasi melakukan pembelotan terhadap arah kebijakan partai menyangkut penetapan pasangan cagb-cawagub dari PDIP.
    ’’Kita lihat saja nanti karena mau memberi sanksi orang juga harus lihat dulu sejauh mana kesalahannya dan pembuktiannya,’’ ucap anggota komisi II ini disela - sela hearing.
    Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan, Sjachroedin ZP, menuding Bupati Mesuji Khamamik tidak pegang komitmen teradap pemberian suara kepada PDI Perjuangan.
    ’’Padahal dia (Khamamik, red) jadi karena dukungan PDIP, itulah kembali kepada akhlak manusianya,’’ ujar orang nomor satu di jajaran PDI Perjuangan provinsi Lampung tersebut usai buka bersama jajaran PDI P Lampung di Mahan Agung, Rabu (24/7).
    ’’Itu namanya pengkhianat. Pengkhianat itu kan memalukan. Kalau orang mengerti partai masa orang partai bilang saya ngak dukung dia,” ucapnya.
    Ia menyatakan kenapa harus menyiksa hati untuk membelot, lebih baik menyatakan keluar, itu lebih berjiwa ksatria. ’’Kalau kader ngak ditunjuk ya harus ikut, kalau kader. Kalau gak ikuta ya bukan kaderlah, itu namanya kadir,’’ tandas Oedin diaminkan Mukhlis Basri.
    Tapi hingga kini belum ada pengurus partai yang diberi sanksi lantaran belum adanya bukti terjadinya pembelotan dalam tubuh partai besutan Megawati tersebut.
    ’’Kalau ngomong ya biarin aja dulu. Emang apa sih pengaruh dia? Emang kalau dia gak mau dukung lantas bubar PDIP ini? Mati satu tumbuh seribu,’’ tegasnya.
    Mantan kapolda Jabar ini pun menyatakan saat itu ada tanda tangan perjanjian bersegel dimana Khamamik akan memberikan suara partainya kepada PDI Perjuangan.
’’Ada hitam diatas putih,” ungkapnya.
    Ia mengatakan bahwa warga PDIP sendiri sudah mengetahui bahwa Khamamik tidak memegang kata-kata sementara ia bisa duduk sebagai bupati Mesuji saat ini lantaran adanya dukungan PDIP.’’Saya ini gak mau nyalon apa-apa tapi saya bisa jadi gubernur ini karena siapa? Makanya saya mengantarkan PDIP sampai akhir jabatan saya,’’ pungkas Oedin. (lia/ful) PDIP Digoyang Isu Perpecahan


Berita Terbaru
Berita Lainnya


Advertorial