Sabtu, 20 April 2019
Home / Demokrasi / Hatta Berkilah

Hatta Berkilah

. ICW Ragukan Pernyataan Prabowo

PADANG - Calon wakil presiden nomor urut satu, Hatta Rajasa, menyebut banyak respons yang mempelesetkan pernyataan Prabowo Subianto ihwal kebocoran duit negara sebesar Rp1.000 triliun.

’’Bukan kebocoran. Padahal, APBN kita saja sekitar Rp1.800 triliun. Masak, bocor Rp1.000 triliun? Tidak begitu,’’ ujarnya setelah berkampanye di Koto Hilalang Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kemarin (18/6). 

Menurut Hatta, Prabowo tidak bermaksud mengatakan telah terjadi kebocoran APBN. ’’Bukan itu (kebocoran APBN) maksud Prabowo,’’ ujarnya.

’’Tapi, Jangan sampai kekayaaan alam yang memberikan kemakmuran untuk seluruh masyarakat tidak dikelola dengan baik, sehingga ada potensi kehilangan peluang untuk mendapatkan pendapatan negara yang lebih besar,’’ katanya.

’’Misalnya mengeruk hasil bumi. Tak bayar pajak. Tak bayar royalti. Gas yang harusnya bisa dijual US$ 15 di dalam negeri hanya dijual US$ 4. Peluang pendapatan negara ilang. Itu maksudnya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, dalam debat calon presiden yang disiarkan langsung oleh Metro TV, Prabowo Subianto menekankan penghentian kebocoran kekayaan ekonomi bangsa.

’’Tim pakar Prabowo menilai kekayaan Indonesia yang bocor mencapai Rp1.000 triliun per tahun,’’ kata Prabowo.

Terpisah, aktivis Indonesia Corruption Watch bagian peneliti hukum dan peradilan, Donal Fariz, mengkritik pernyataan calon presiden Prabowo Subianto mengenai kebocoran anggaran hingga Rp7.200 triliun.

Selain tidak jelas, kata dia, Prabowo tak mendeskripsikan secara mendalam ihwal di mana sumber kebocoran. ’’Tapi apa langkah yang bakal digunakan tak jelas,’’ tuturnya saat dihubungi, kemarin.

Jika ada kebocoran, ujar Donal, seharusnya Prabowo bisa menjelaskan asal kebocoran itu, apakah bersumber dari pajak, royalti sektor tambang dan batu bara, atau sektor lainnya. ICW, kata dia, pernah mendapat data adanya kerugian dari transfer pricing sebesar Rp 1.000 triliun. ’’Tapi yang itu saja sulit diverifikasi,’’ tutur Donal.

Soal pernyataannya itu, Prabowo mengaku mengutip dari pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, bahwa negara mengalami kebocoran dana hingga Rp7.200 triliun. Belakangan, Abraham meluruskan pernyataannya itu. Menurut dia, duit Rp7.200 triliun itu merupakan potensi penerimaan yang seharusnya didapat negara. ’’Bukan kebocoran,’’ kata Abraham.

Potensi penerimaan adalah total yang seharusnya bisa didapat tapi jadi tidak didapat. ’’Potensi penerimaan beda dengan kebocoran."

Menteri Keuangan Chatib Basri menolak menjelaskan dugaan kebocoran anggaran yang diutarakan Prabowo. Chatib hanya bisa memastikan bahwa tidak ada anggaran pemerintah yang bocor. ’’Apalagi sampai Rp7.200 triliun per tahun,’’ tuturnya. (tem/ful)

Hatta Berkilah


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial