Sabtu, 20 April 2019
Home / Demokrasi / Ini Tantangan Presiden Terpilih

Ini Tantangan Presiden Terpilih

    Jakarta - Pakar ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan diplomasi ekonomi akan menjadi tantangan bagi presiden hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.

          "Diplomasi ke depan akan sarat dengan kepentingan ekonomi. Presiden mendatang harus memilih menteri luar negeri yang mahir di bidang ekonomi," kata Wijayanto Samirin dihubungi di Jakarta, Kamis.

         Wijayanto mengatakan Indonesia sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada 2015. Pasalnya, yang terjadi dalam MEA adalah pajak nol persen untuk barang dan jasa.

         Menurut Wijayanto, saat ini pun pajak untuk banyak barang dan jasa sudah hampir nol persen karena proses penurunan pajak sudah terjadi secara gradual selama 10 tahun terakhir.

         "Pasca 2015, ASEAN akan mulai menyepakati isu rumit yaitu 'non trade barrier', termasuk dalam mobilitas tenaga kerja. Sesungguhnya di sinilah kesempatan Indonesia," tuturnya.

         Ia mengatakan gaji tenaga kerja Indonesia yang lebih rendah bisa menjadi kesempatan untuk bekerja di negara lain. Singapura, Malaysia dan Thailand akan bisa menjadi sasaran.

         "Namun, tenaga kerja harus memenuhi kemampuan tertentu dan memiliki sertifikat internasional. Dalam hal ini, peran menlu yang memahami bidang ekonomi sangat penting," katanya.

         Pemilu 2014 akan diselenggarakan pada 9 Juli diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua.

         Pada Minggu (15/6), Prabowo Subianto dan Joko Widodo akan mengikuti debat calon presiden dengan tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial untuk mengadu visi dan misi keduanya dalam bidang tersebut. (ant/jar) Ini Tantangan Presiden Terpilih


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Klik! View Mobile Edition

Advertorial