Minggu, 15 September 2019
Home / Berita Utama / Parah, Pasar Lembang di Kota Tangerang Dibangun di Tanah Sengketa

Parah, Pasar Lembang di Kota Tangerang Dibangun di Tanah Sengketa

Jakarta, Senator.co.id - Pasar yang berada di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang semakin kuat berdiri di atas tanah yang bersinggungan.

Permasalahan sengketa lahan untuk pasar di Bilangan Lembang, Ciledug-Tangerang ini sudah pernah mencuat ke publik pada tahun 2017. Namun, masih menunggu saat ini belum ada titik temu antara penyedia (ahli waris) lahan dengan penyewa lahan (pihak koperasi).

Wakil Ketua Koperasi Prima Jasa, Suroto mengatakan pihak koperasi meminta bantuan dengan ahli lahan seluas 16.088 meter tersebut. Dia menambahkan tanah yang disewakan ahli Waris TB Komar Alwani dengan nomor sertifikat 27masalah dan dalam situasi sengketa.

"Saat kami ingin meminta izin, ada 1 permintaan utama yang tidak bisa diberikan oleh pihak ahli waris, yaitu Sertifikat tanah hak miliknya yang asli," kata Wakil Ketua Koperasi Prima Jasa Suroto kepada bupati di bilangan Tangerang, Sabtu (27/7 / 2019).

Suroto menambah keterangan akan tanah yang dapat dilakukan pengecekan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT) No.72 / Ket-36.71.300.7 / I / 2016.

“Dalam surat pernyataan pendaftaran tanah untuk pasar lembang yang dikeluarkan BPN, diterbitkan pada hak milik 27 / Sudimara telah diblokir berdasarkan dari Kejaksaan Agung tanggal 16/12/2014, dikuatkan oleh putusan MA tanggal 15/06/2011 dengan nomor 181 / k / Pid / SUS / 2011, ”Kata Suroto.

Suroto menambahkan pihaknya juga akan membahas aksi para ahli waris TB Komar Alwani yang diam-diam telah menggandeng investor baru yaitu PT DB setelah dua bulan menyetujui perjanjian kerja sama dengan pihaknya. Suroto mengutip PT DB saat ini mengumpulkan untuk merangkum semua pedagang yang telah dicatat oleh pihak koperasi.

“Jika tidak salah, Bulan Oktober 2016 tandatangan dengan koperasi, dua bulan kemudian, yaitu di bulan Desember pihak keluarga TB Komar Alwani membuat perjanjian kerja sama dengan PT Laguna. Sementara yang setuju dengan kami, mereka yang berkuasa sepihak, hanya lewat selembar kertas saja, ”kata Suroto.

Pihak ketiga tidak setuju. Namun dia meminta TB Komar Alwani untuk menyelesaikan pembayaran hutang-hutangnya kepada koperasi.

“Karena dengan pembatalan itu, maka banyak yang jadi korban. Pertama pertemanan dan persatuan antar pedagang jadi diambil kembali dan pekerjaan hilang. Belum lagi ditambah dengan uang para pedagang yang belum sepenuhnya bisa disetujui oleh koperasi, ”tandasnya.

Sementara itu saat dihubungi, Wawan pihak dari PT DB enggan membahas lebih lanjut mengenai sengketa tanah yang sekarang ada transaksi jual beli.

“Saya serahkan masalah ini kepada semua keluarga TB Komar Alwani atau TB Imamudin. Saya tidak tahu apa-apa, ”pungkasnya.

Imam TB yang dihubungi melalui telepon mengatakan persetujuan lahan sudah lama dan pihaknya sudah melakukan pembayaran kepada koperasi sebanyak 70 persen.

“Keluarga kami sudah membayar semua kerugian yang dikeluarkan oleh pihak koperasi sebesar 70 persen. Dan itu disaksikan oleh para penyidik ​​di Polda Metro Jaya pada saat itu. Bukti pembayarannya juga kami ada kok, ”kata TB Imam.

Anehnya, terkait tidak ada surat atau dokumen yang melengkapi proses izin mendirikan bangunan (IMB) di pasar itu tidak ada, Imam menjelaskan pasar tradisional saat ini tidak perlu IMB. (bro)
Parah, Pasar Lembang di Kota Tangerang Dibangun di Tanah Sengketa


Berita Terbaru
Berita Lainnya



Advertorial

Advertise