Selasa, 16 Juli 2019
Home / Berita Utama / Ketua Bamus Tangsel: Oknum Lurah yang Tidur Harus Dimutasi

Ketua Bamus Tangsel: Oknum Lurah yang Tidur Harus Dimutasi

Jakarta, Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Tangerang Selatan (Tangsel), Zulham Firdaus menegaskan oknum lurah yang asik tiduran di masjid segera diberikan sanksi tegas sampai mutasi.

"Sekda sebagai panglimanya ASN harus menindaktegas urusan ini. Oknum lurah itu harus diberikan sanksi hukum dan sanksi administrasi dan dimutasi. Jangan bikin malu Tangsel yang sudah maju tapi masih ada lurahnya yang malas," kata Ketua Umum Bamus Tangsel saat dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, Rabu (26/6/2019).

Zulham juga meminta kepada Airin Rachmi Diany untuk selektif dalam mencari bawahan yang mampu dan mau bekerja secara sungguh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Zulham beralasan, jabatan lurah sebagai jabatan struktural merupakan bagian terdepan daripada pelayanan kepada masyarakat.

"Maaf kata ya, Seharusnya Ibu Airin Rachmy Diany memilih putra daerah sebagai bawahannya, bukan orang yang mampu memberikan amplop terbaik. Lurah merupakan jabatan struktural dari pemerintahan yang juga bagian paling depan pelayan masyarakat. Jika lurahnya suka tidur-tiduran bagaimana penilaiannya masyarakat terhadap kinerja pemerintahan," tegas Zulham Firdaus.

Zulham meminta oknum lurah yang tidak melayani masyarakat dengan baik harus segera dimutasi. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa pemerintahan di Kota Tangerang Selatan harus bersih dan siap memberikan pelayanan terbaik mulai dari tingkat paling bawah sampai tataran paling atas.

"Oknum lurah itu selain diberikan sanksi hukum dan administrasi juga harus segera dimutasi. Hal ini perlu agar tidak ada lurah yang santai dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Lurah Munadih sedang asik merebahkan tubuhnya di dalam Masjid Bani Umar. Wajahnya terlihat kaget saat ditegur.

"Saya sedang istirahat makan siang di sini sambil ibadah," katanya saat ditanya wartawan.

Sayangnya, saat ingin di tanyakan beberapa hal terkait adanya informasi penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukannya, lurah yang memiliki jenggot itu sudah meninggalkan masjid. Saat didatangi kantornya, hingga pukul 13:30 WIB, Munadih belum berada di kantornya.  Dihubungi melalui telepon genggamnya juga tidak diangkat. Sampai berita ini diturunkan Munadih tidak bisa dihubungi.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Mudzakir mengatakan, tindakan yang dilakukan okinum lurah di Parigi Baru jelas melanggar kedisiplinan aparatur sipil negara. Dia menambahkan selain sanksi disiplin, tunjangan kinerja ASN yang tidak disiplin akan dipotong.

"Sanksi tentang disiplin sesuai PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Kalau tidak masuk otomatis tunjangan dipotong," ungkap Mudzakir saat dihubungi kemarin.





Ketua Bamus Tangsel: Oknum Lurah yang Tidur Harus Dimutasi


Berita Terbaru
Berita Lainnya
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 26 Juni 2019 | 09:42 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise