Rabu, 26 Juni 2019
Home / Berita Utama / Kejagung Terima SPDP Kivlan Zen

Kejagung Terima SPDP Kivlan Zen

Jakarta- Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata api (senpi) Kivlan Zen. Kejagung pun menyebut, dua kasus itu saling berkaitan.

“Kita lihat nanti. Ya senjata, ya makar, ini kan saling berkaitan. Yang pasti tentunya penyidik sudah punya alat bukti cukup untuk menyatakan seseorang sebagai tersangka. Saya sendiri ikut menyaksikan senjatanya ada, begitu juga barang-barang yang lain, pembicaraan tentang mereka juga kami sudah tahu. Alurnya seperti apa sudah jelas, tujuannya apa sudah bisa diketahui,” kata Jaksa Agung M Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (31/5).

Selain SPDP Kivlan, Prasetyo menyebut, pihaknya juga telah menerima SPDP yang melibatkan tersangka dugaan makar Eggi Sudjana dan tersangka penyelundupan senjata Soenarko. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu kelengkapan berkas perkara dari sejumlah tersangka.

“Jadi, tinggal merangkai satu sama lain untuk nanti dikemas dalam satu berkas perkara yang sempurna,” ucapnya.

Menurut Prasetyo, pihaknya akan mempersiapkan jaksa untuk meneliti berkas perkara. Hal itu agar terhindar dari tuduhan-tuduhan kasus tersebut telah dipolitisasi dan kriminalisasi.

“Kami tangani dengan baik agar terhindar dari praduga macam-macam. Sekarang kan selama ini ada tuduhan politisasi, kriminalisasi, tidak ada itu. Semuanya berdasarkan fakta dan bukti,” ucapnya.

“Tim penanganan perkara kejaksaan tidak ada kaitannya dengan masalah politisi, tidak ada kaitannya dengan masalah kriminalisasi, dan kejaksaan juga tidak akan hirau dengan tekanan-tekanan,” tegasnya.

Diketahui polisi menjerat Kivlan dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mengatur tentang senjata api. Pelanggaran terhadap pasal ini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kivlan dijerat dengan undang-undang tersebut karena disangka memiliki dan menguasai senpi. Kepemilikan senpi Kivlan disebut terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Kivlan pun telah resmi ditahan di Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Pusat, setelah menjalani proses pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama 28 jam. (jaw/dim)
Kejagung Terima SPDP Kivlan Zen


Berita Terbaru
Berita Lainnya
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 1 Juni 2019 | 03:28 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise