Sabtu, 20 April 2019
Home / Berita Utama / Diduga Marak Pungli, Ka UPT Samsat Serpong Jarang di Kantor

Diduga Marak Pungli, Ka UPT Samsat Serpong Jarang di Kantor

Jakarta, Senator.com - Pendaftaran kendaraan roda empat di Samsat Serpong, Tangerang Selatan untuk mendapatkan nomor polisi disebut-sebut memerlukan biaya sampai ratusan ribu rupiah.

Demikian hal yang disampaikan Sigit salahsatu biro jasa kepada siaran di Tangerang Selatan, Senin (2/4/2019).

Sigit mengatakan biaya nopol baru bukan untuk nomor polisi yang cantik yang sudah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Pria yang meminta identitasnya dirahasiakan menambahkan ada tambahan biaya untuk proses cabut file mutasi kendaraan. Dia mengutip biaya yang diperlukan untuk roda empuk Rp. 100 ribu dan roda dua jumlah Rp. 50 ribu.

"Untuk motor baru dan nopol baru dikenakan Rp. 80 ribu belum ditambah biaya Fiskal mutasi roda empat Rp. 100 ribu dan roda dua biaya Rp. 50 ribu. Sementara waktu habis temponya, bayar pajak kendaraan belum habis," kata Sigit yang bukan nama asli.

Sigit mengatakan permintaan itu dilakukan oleh oknum yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (DPTKD) Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Samsat Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

"Perilaku para oknum UPT itu jelas mencoreng nama Wahidin Halim sebagai gubernur yang menginginkan tidak adanya pembohong pungutan (pungli) di Banten," katanya.

Sementara Kepala Seksi (Kasie) pendataan Samsat Serpong, Moch Bangkit mengatakan tidak tahu tentang pungli di wilayah yang terlibat. Menurut dia informasi yang diberikan biro jasa itu tidak benar.

"Setahu saya hal ini tidak benar, karena memang tidak ada," kata Moch Bangkit kepada wartawan saat ditemui di Samsat Serpong.

Bangkit menambahkan Kepala UPT Samsat Serpong, Astri Ratnadiarti jarang berada di kantor. Menurut Bangkit, Astri keluar kantor setelah upacara selesai.

"Ibu itu selalu keluar dari setelah upacara. Dia biasanya banyak urusan dan keliling untuk mensosialisasikan ke warga untuk membayar pajak kendaraan ke kecamatan. Tidak bisa balik ke kantor," tandasnya. Diduga Marak Pungli, Ka UPT Samsat Serpong Jarang di Kantor


Berita Terbaru
Berita Lainnya
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 4 April 2019 | 10:28 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise