Selasa, 23 Juli 2019
Home / Berita Utama / Lurah Bencongan Akui Terima Uang dari Pendirian Menara Selular

Lurah Bencongan Akui Terima Uang dari Pendirian Menara Selular

Jakarta, Senator.com - Lurah Bencongan, Sukri akui terima uang sejumlah Rp. 5 Juta dari kontraktor menara seluler XL.


"Tidak benar jika sampai jutaan. Yang benar saya terima Rp5.000 dari pihak kontraktor untuk surat ijin dari lingkungan. Tapi uang itu juga sudah bagi-bagi staf di kelurahan. Masing-masing Rp.100.000," katanya. Kelurahan Bencongan. Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.


Meski pun sudah mempertanyakan ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk menara, Sukri akhirnya menyetujui surat ijin Lingkungan.


"Kontraktornya akan mengatur IMBnya maka aku akan meminta suratnya. Balik sampai saat ini, IMBnya belum jadi," kata Sukri.


Pengakuan lurah tersebut ditanggapi dingin Ketua LSM Nusantara Corruption Watch (NCW), Sumuyan Lubis. Menurut Sumuyan, dengan adanya persetujuan tersebut lurah Bencongan disetujui telah disetujui.


"Peraturan Pemerintah (PP) no 53 tahun 2010 dan UU no. 20 tahun 2001, yang jelas mengenai persetujuan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima bantuan suap, biaya atau diskon, berhubungan dengan pemegang saham," Ketua LSM NCW Sumuyan Lubis kepada pemanggil, Kamis (22) / 3/2019).


Pria yang biasa mengeluarkan Lubis inimenegaskan akan melaporkan pengakuam lurah Bencongan ke bupati dan aparat hukum.


"Lurah harus bertanggung jawab atas persetujuannya. Jika dia menerima bantuan dari kontraktor untuk mengeluarkan surat ijin menara penyedia XL itu jelas merupakan pelanggaran. UU Tipikor Pasal 12 Tahun 2009 juga menjelaskan perihal tersebut," kata Sumuyan Lubis.


Sebelumnya diberitakan Menara menara dari penyedia seluler XL berdiri di tengah perumahan di Kelurahan Bencongan, Kabupaten Tangerang. Uniknya, menara itu disebut-sebut tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB) dari dinas perizinan lokal.


Menara yang memiliki tinggi kurang dari 4-5 meter itu berdiri dan dipasang di atas asrama pondok pesantren yang memiliki 68 santri. Menurut pengamatan, pemasangan menara ini asal begitu dan sangat mungkin bisa membahayakan rumah di sekitarnya.


Ketua Ponpes, Murson mengaku tidak mempercayai pembangunan menara selular dari XL yang terkesan asal pasang tersebut. Murson mengatakan semua persyaratan yang diperlukan menara itu sesuai dengan zona yang ditentukan XL juga sudah menyediakan semua persyaratannya.


"Pihak kontraktornya mengatakan lokasi pondok saya sudah masuk zona yang sudah ditentukan oleh pihak penyedianya. Jika tidak salah penyedianya dari XL. Surat-suratnya juga lengkap, dan setahu saya IMB nya juga sudah diurus mereka ke dinas perijinan di Kabupaten Tangerang," kata Murson


Lurah Bencongan Akui Terima Uang dari Pendirian Menara Selular




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise