Selasa, 21 Mei 2019
Home / Berita Utama / Belum Kantongi Izin, Menara Selular Sudah Berdiri di Tangerang

Belum Kantongi Izin, Menara Selular Sudah Berdiri di Tangerang


Jakarta, Senator.com - Menara dari provider selular XL berdiri di tengah pemukiman warga di Kelurahan Bencongan, Kabupaten Tangerang. Uniknya, menara itu disebut-sebut tidak mempunyai ijin mendirikan bangunan (IMB) dari dinas perizinan setempat.


Menara yang memiliki tinggi kurang lebih 4-5 meter itu berdiri dan terpasang di atas asrama pondok pesantren (ponpes) Nurul Haq yang memiliki 68 santri. Menurut pengamatan, pemasangan menara tersebut terkesan asal jadi dan sangat mungkin bisa membahayakan rumah di sekitarnya.


Ketua Ponpes Nurul Haq, Murson mengaku tidak mempermasalahkan pendirian menara selular dariĀ  XL yang terkesan asal pasang tersebut. Meski bisa menuai bahaya, Murson beralasan dengan adanya menara tersebut dirinya bisa menghidupi beberapa kepala anak yatim di tempatnya.


Murson mengatakan semua persyaratan pendirian menara selular itu selain sesuai dengan zona yang ditetapkan XL juga sudah dilengkapi semua persyaratannya.


"Pihak kontraktornya mengatakan lokasi pondok saya ini masuk zona yang sudah ditentukan oleh pihak selularnya. Jika tidak salah selularnya itu dari XL. Surat-suratnya juga lengkap, dan setahu saya IMB nya juga sudah diurus mereka ke dinas perijinan di Kabupaten Tangerang, " kata Murson kepada wartawan saat ditemui, Rabu (20/3/2019).


Murson mengatakan menara itu telah berdiri di atas tanahnya kurang lebih sudah 50 hari. Dia juga menyebutkan sampai saat ini belum ada keluhan dari warga di lingkungannya terkait pendirian menara selular dari XL itu.


"Saya merasa sampai saat ini tidak ada keluhan dari warga di lingkungan terkait pendirian menara itu. Jika ada keluhan tentu saya akan didatangi oleh RT dan RW tempat saya tinggal dong," katanya.


Saat ditanyakan siapa kontraktor dari menara selular itu, Murson terkesan enggan memberitahunya.


Pria bernama Toni (nama disamarkan), warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan saat menara selular itu berdiri banyak terjadi gangguan frekwensi. Mulai dari frekwensi tv sampai alat komunikasi. Tak hanya itu, Toni menyebutkan sangat wajar jika pihak RW sampai RT tidak memberikan keluhan, diduga mereka telah menerima sesuatu dari pihak kontraktor XL.


"Jika saya tidak salah ingat, pihak RW itu menerima Rp. 17 Juta dan RT di sini yang berjumlah 12 telah menerima Rp 1 Juta dari kontraktor. Uang 1 juta itu yang bagi Pak RW dan saya lihat sendiri," kata Toni yang masih terlihat gagah meski usianya sudah tidak muda.


Toni menambahkan, pihak kontraktor juga telah memberikan sejumlah uang puluhan juta kepada Lurah Bencongan,Syukri. Pemberian uang tersebut guna memuluskan keluarnya surat ijin lingkungan.


"Kalau tidak salah uangnya itu berjumlah Rp 22 juta. Di mana Rp 17 juta diberikan kepada RW dan RT. Saya lihat kok pemberian uangnya," kata Toni.


Sementara itu Lurah Bencongan, Syukri mengakui jika dirinya menerima uang sejumlah Rp. 5 Juta. Menurut Syukri, uang tersebut juga telah dibagi rata kepada para bawahannya. Dia menambahkan pemberian uang itu sebagai hadiah dan bukan suap.


"Tidak benar jika sampai puluhan juta. Yang benar saya terima Rp 5 Juta dari pihak kontraktor untuk surat ijin dari lingkungan. Tapi uang itu juga sudah bagi-bagi ke staf di kelurahan. Masing-masing Rp.100.000," katanya Syukri.

Belum Kantongi Izin, Menara Selular Sudah Berdiri di Tangerang




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise