Sabtu, 20 April 2019
Home / Berita Utama / Romahurmuziy, Ketum PPP Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Romahurmuziy, Ketum PPP Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Jakarta- Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romy) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga anti rasuah itu pada Jumat pagi (15/3/19) lalu. 

Selain Romy,  KPK juga menetapkan tersangka kepada Muhammad Muafaq Wirahadi selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, dan Haris Hasanuddin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan menetapkan tiga orang tersangka," ujar Wakil Ketua KPK RI, Laode M Syarif saat konferensi pers di kantor KPK RI, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Ia mengungkapkan,  Romy diduga menjadi penerima suap sedangkan dua lainya diduga menjadi pemberi suap. 

Pada bagian lain, ia mengatakab bahwa pasal yang disangkakan, Romy selaku pihak yang diduga menerima melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan bagi pihak yang diduga memberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Kami perlu menegaskan, apa yang dilakukan KPK merupakan sebuah proses hukum yang dijalankan sebagaimana mestinya, yaitu mengacu pada KUHAP, UU Tindak Pidana Korupsi dan UU KPK," tutur Laode.

Lebih lanjut Laode menyebut, Romahurmuziy dan pihak Kemenag lainnya diduga bersama-sama menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag RI. Hingga kini total uang yang diamankan KPK RI dalam OTT itu senilai total Rp156.758.000. (tin/dim)



Romahurmuziy, Ketum PPP Ditetapkan Tersangka Oleh KPK
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:27 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise