Rabu, 11 Desember 2019
Home / Berita Utama / DBD, Anies Keluarkan Ingub

DBD, Anies Keluarkan Ingub

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penanganan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Ingub tersebut diketahui telah ditandatangani Anies pada 6 Februari lalu. 

Dalam instruksi tersebut, Anies memerintahkan wali kota, camat, dan lurah DKI meningkatkan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 

"Melakukan pemberantasan antara lain dengan gerakan menanam pohon pengusir nyamuk pada setiap rumah, penaburan ikan pemakan jentik, dan pemasangan perangkap jentik nyamuk," seperti dikutip dari salinan ingub yang dimuat di laman daring jdih.jakarta.go.id, Kamis (14/2/19). 

Dalam lampiran Ingub, Anies juga menjelaskan 11 jenis pohon pengusir nyamuk yakni lavender, tapak dara atau geranium, rosemary, marigold atau bunga kenikir, citrosa mosquito, dan sereh wangi. 

Masyarakat juga bisa menanam tanaman kecombrang, jeruk nipis, daun mint, zodia, pohon selasih, tlasih, basil, atau basilikum (ocimum). 

Sementara untuk ikan pemakan jentik nyamuk yakni ikan cupang, ikan mas, ikan cetul, dan ikan cere. 

Anies meminta para pimpinan wilayah di Jakarta terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PSN. Hasil pemantauan itu nantinya wajib dilaporkan ke gubernur secara berjenjang. 

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya mencatat kasus DBD yang menjangkit di wilayah ibu kota naik dalam beberapa hari sepanjang Januari 2019. Dari data Dinkes DKI Jakarta per 31 Januari, tercatat jumlah DBD mencapai 813 kasus, sedangkan per 28 Januari jumlah DBD sebanyak 662 kasus.

Ada lima kecamatan di Jakarta dengan kasus DBD tertinggi. Rinciannya, yakni Kalideres sebanyak 104 kasus, Cengkareng 60 kasus, Jagakarsa 51 kasus, Cipayung 41 kasus, dan Kebayoran Baru 39 kasus.

Untuk itu,  Anies Baswedan, menginstruksikan agar melakukan pengasapan (fogging) dan melakukan tindakan preventif.

"Fogging akan dilakukan tapi tidak harus serentak. Yang diutamakan daerah Selatan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta beberapa waktu lalu. 

Jakarta Selatan menjadi tempat terbanyak disebut Anies karena memiliki ruang terbuka yang banyak ketimbang daerah lainnya. Kebanyakan kasus terjadi di tempat-tempat yang dekat dengan ladang, kebun, di perumahan yang ada lahan terbuka.

Anies juga mengingatkan masyarakat agar membasmi jentik nyamuk dan segera mendatangi puskesmas jika sudah ada tanda demam berdarah. Anies memastikan setiap pasien DBD akan ditangani oleh RSUD.

"Yang mengalami DBD akan kita tampung kita akan rawat dan memang dibebaskan biaya. Jangan sampai menunggu parah," tutupnya.  (cen/rif)
DBD,  Anies Keluarkan Ingub
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 18 Februari 2019 | 13:05 WIB )



Advertorial

Advertise