Jumat, 21 September 2018
Home / Berita Utama / Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru, Gerindra: Ini Kemunduran Demokrasi!

Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru, Gerindra: Ini Kemunduran Demokrasi!

Senator.co.id - Aktivis penggiat #2019 Ganti Presiden Neno Warisman kembali mendapat penghadangan massa, kali ini terjadi saat berada di Pekanbaru, Riau (25/8/18).

Ya, Gerindra menilai penghadangan demi penghadangan yang terjadi terhadap aksi #2019 Ganti Presiden di sejumlah darrah ini adalah aksi-aksi premanisme.

"Kami prihatin dan mengutuk bahwa ada cara-cara premanisme untuk menghalangi dan menggagalkan acara deklarasi #2019GantiPresiden di Riau," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade (26/8/2018).

Untuk diketahui,  Neno dihadang massa saat tiba di Pekanbaru sejak kemarin (25/8/18) sejak sore hingga tadi malam. Selama lebih dari 6 jam Neno sempat bertahan di dalam mobil BMW putih yang ditumpanginya.

Saat dihadang, Neno kemudian mengaku ada pihak yang terus memaksanya kembali ke bandara. Hingga akhirnya dia diantar oleh aparat untuk kembali ke bandara untuk bertolak dari Pekanbaru.

"Tindakan Polri di Riau, membawa kemunduran demokrasi dan kebebasan berpendapat di depan umum. Untuk itu Kapolri harus mencopot Kapolda Riau. Jangan sampai cara-cara Orba dipakai di zaman Reformasi," ucapnya. 

Andre menyamakan peristiwa ini seperti yang terjadi pada zaman Orde Baru. Menurutnya kepolisian tidak netral dalam kasus ini.

"Kami sangat kecewa terhadap (adanya) indikasi ketidaknetralan aparat Polri," ujar Andre.(etk/dit)
Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru, Gerindra: Ini Kemunduran Demokrasi!
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 26 Agustus 2018 | 09:33 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise