Selasa, 20 November 2018
Home / Berita Utama / Wow, Tiga Proyek Dinas Pengairan dan Pemukiman Pemprov Diduga Bemasalah

Wow, Tiga Proyek Dinas Pengairan dan Pemukiman Pemprov Diduga Bemasalah


Senator.co.id-Daerah Lampung cukup getol dalam menjalankan proyek pembangunan gedung DPRD, baik di tingkat Provinsi maupun kota atau kabupaten. Bahkan sangking rajinnya proyek gedung DPRD seperti program tahunan yang wajib ada, mau itu dalam bentuk pembangunan atau sekedar rehabilitasi.

Menurut Kordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman. Dalam dua tahun terakhir 2016 sampai 2017. CBA mencatat terdapat lima proyek terkait gedung DPRD. Proyek yang terdiri dari perencanaan, pengawasan, sampai rehabilitasi.

"Tiga diantaranya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Lampung. Seperti Pembangunan Kantor DPRD Kota Baru, berada di bawah tanggung jawab Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung, proyek yang masuk tahun anggaran 2016 ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,9 miliar lebih, dijalankan oleh PT. Swarna Dwipa Tunggal.

Rehabilitasi Gedung DPRD Lampung, berada di bawah tanggung jawab Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung. Masuk tahun anggaran 2016 dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 2,3 miliar lebih, dijalankan oleh CV. Jaya Abadi dan Terakhir, Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD Provinsi Lampung, berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung. Proyek yang masuk tahun anggaran 2017 ini dijalankan oleh CV. Utama Karya, anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 993.557.000."Terang jajang dalam rilisnya yang diterima senator.co.id


Terkait tiga proyek tersebut, dilanjutkan Jajang, CBA melihat beberapa kejanggalan, misalnya dari harga yang disepakati oleh pihak satuan kerja dengan pemenang proyek terbilang mahal.

Misalnya dalam proyek Rehabilitasi Gedung DPRD Lampung yang dimenangkan oleh CV. Jaya Abadi yang menawarkan nilai proyek cukup mahal sebesar Rp 2,3 miliar. Padahal ada penawar terendah dari PT.Permata Elang Sakti sekitar Rp 2,2 miliar, namun tetap digugurkan oleh Pemda Provinsi Lampung.

"Selain ada kejanggalan dalam nilai proyek, dalam pelaksanaannya diketahui ternyata bermasalah. Di mana proyek gedung DPRD Provinsi lampung belum juga rampung diselesaikan oleh pemenang tender, hal ini sangat janggal padahal nilai kontrak yang disepakati menurut kami jauh dari kata cukup bahkan mahal."Ungkapnya

Oleh sebab itu ditambahkannya, CBA mendorong penegak hukum khususnya Kejaksaan tinggi provinsi Lampung bertindak. 

"Jangan sampai proyek pembangunan gedung DPRD di Lampung yang bernilai Miliaran Rupiah di salah gunakan.Tandasnya (Ver) 
Wow, Tiga Proyek Dinas Pengairan dan Pemukiman Pemprov Diduga Bemasalah


Berita Terbaru
Berita Lainnya
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 12 Juni 2018 | 12:48 WIB )




Klik! View Mobile Edition

Advertorial

Advertise